Berita Jakarta

Polda Metro Bekuk 6 Penyelundup Tekstil dan Sepatu Asal China Senilai Rp 9 Miliar

Polisi berhasil gagalkan penyelundupan barang impor senilai Rp 9 miliar berupa tekstil dan sepatu asal China

Polda Metro Bekuk 6 Penyelundup Tekstil dan Sepatu Asal China Senilai Rp 9 Miliar
Wartakotalive/Budi Sam Law Malau
Polda Metro Jaya membekuk 6 pelaku penyelundupan barang impor berupa tekstil dan sepatu asal China yang masuk ke Indonesia tanpa izin dan tidak membayar pajak 

SUBDIT Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bekuk 6 pelaku penyelundupan barang impor berupa tekstil dan sepatu asal China yang masuk ke Indonesia tanpa izin dan tidak membayar pajak.

Dari tangan mereka disita barang selundupan berupa 438 gulungan tekstil bahan kain; 259 koli ballpres berisi pakaian baru, pakaian bekas dan tas bekas; serta 5.668 koli sepatu berbagai merek atau kurang lebih sebanyak 120.000 pasang sepatu.

Nilai total seluruh barang impor ilegal itu sekitar Rp 9 Miliar.

Keenam pelaku yang dibekuk adalah PL (63), H (30), AD (33), EK (44), NS (47), dan TKD (45).

Polisi Gagalkan Penyelundupan Barang China Senilai Rp67 Miliar, Kerugian Negara Rp68 Miliar Sebulan

Mereka diamankan dari tiga lokasi yakni dari Pelabuhan Tegar atau Marunda Center Terminal di Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dari toko di Jalan Dahlia RT 13, RW 1, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat; dan dari Gudang Rukan Permata Ancol, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara, pada 29 Juli 2019, 27 Agustus 2019 dan 28 Agustus 2019.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan dari hasil penyelidikan pihaknya diketahui barang tekstil dan sepatu selundupan ini berasal dari China.

Pengusaha Lokal dan Industri Baja Kian Terpuruk sebagai Dampak Terdesak Baja Impor Kualitas Rendah

"Para pelaku menyelundupkan barang tekstil dan balpress dari negara China ke wilayah negara Malaysia melalui pelabuhan Pasir Gudang Johor. Kemudian barang dikirim ke Pelabuhan Kuching Serawak," kata Gatot di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/9/2019).

Selanjutnya kata dia barang dibawa menggunakan truk ke perbatasan wilayah Indonesia untuk kemudian diselundupkan melalui jalan darat atau jalan tikus ke wilayah Jagoi Babang, Kalimantan Barat.

"Isi barang selundupan tersebut kemudian diangkut dengan menggunakan truk besar atau fuso dari Pontianak melalui Pelabuhan Dwikora, dengab dikirim menggunakan kapal angkut Fajar Bahari. Kemudian barang tersebut masuk ke pelabuhan Tegar atau Marunda Center di Kabupaten Bekasi," kata Gatot.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved