Demokrat Diminta Ajukan Calon Wakil Ketua DPRD yang Berkualitas

Demokrat Diminta Ajukan Calon Wakil Ketua DPRD yang Berkualitas. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Demokrat Diminta Ajukan Calon Wakil Ketua DPRD yang Berkualitas
WARTA KOTA/DWI RIZKI
Suasana Ruang Rapat Paripurna, Gedung DPRD DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa (8/5/2018). Sejam berlalu dari jadwal yang diagendakan, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno serta pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta tidak kunjung hadir. 

FRAKSI Demokrat DPRD DKI Jakarta menjadi salah satu partai yang belum mengajukan nama calon pimpinan DPRD selain PDI Perjuangan.

Untuk mengajukan calon, partai berlambang bintang mercy ini diminta mengajukan calon yang benar-benar memiliki kualitas.

"Agar tidak malu harusnya Fraksi Demokrat bisa mengajukan calon yang berkualitas dalam memimpin," kata Pengamat Amir Hamzah, Kamis (12/9/2019).

Begini Rekayasa Lalu Lintas Saat Pemakaman BJ Habibie di TMP Kalibata

Amir menjelaskan kualitas seorang pemimpin dalam dilihat secara langsung jika dia pernah menjadi anggota DPRD periode lalu maka calon pimpinan tersebut harus memiliki aktifitas serta disipilin yang menonjol dalam segala aspek.

"Bisa dilihat dari kehadiran dan komunikasi dengan fraksi lain. Kalau tidak sering hadir saat rapat bagaimana dia bisa memimpin," jelasnya.

Selain itu calon pimpinan dari demokrat dinilainya juga harus memiliki gagasan-gagasan yang kritis.

"Jangan sampai gagasan yang diajukan cenderung normatif dan tidak memiiliki kualitas," tegasnya.

Namun begitu dirinya menyarankan agar Fraksi Demokrat dapat memiliin pimpinan yang menonjol baik dalam aktifitas dan juga lobi-lobi politik.

VIDEO: Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Sebut BJ Habibie Manusia Langka

"Posisi ini tentunya sangat krusial. Kalau salah orang tentunya akan membuat malu Demokrat itu sendiri," bebernya.

Sebelumnya nama Misan Samsuri digadang akan menjadi calon pimpinan DPRD. Namun terdapat banyak penolakan dari kubu internal sendiri. Hal ini dikarenakan track record semasa jadi anggota DPRD 2014-2019 lalu yang sering absen saat rapat.

“Wakil pimpinan harus mampu dan memiliki konsep komprehensif bukan sektoral,” pungkasnya.(cc)

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved