Dalam Dua Pekan Ini, Warga Kota Bekasi yang Mengurus Kartu Sehat Berbasis NIK Meningkat 100 Persen

Pasalnya, selain pendaftaran gratis tiap bulannya juga mereka tak perlu membayar iuran seperti BJPS Kesehatan.

Dalam Dua Pekan Ini, Warga Kota Bekasi yang Mengurus Kartu Sehat Berbasis NIK Meningkat 100 Persen
Warta Kota/Muhammad Azzam
Sejumlah warga sedang mengurus pembuatan Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK) di Pendopo Kantor Walikota Bekasi, Kamis (12/9/2019). 

Dalam dua pekan terakhir ini, jumlah pemohon Kartu Sehat (KS) Nomor Induk Kependudukan (NIK) Kota Bekasi meningkat 100 persen. Bertambahnya pemohon KS ini imbas dari wacana kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

“Ada sekitar dua minggu ini, biasanya 20-50 yang ajukan KS, sekarang jadi naik bisa sampai 100 pemohon naik 100 persen,” kata petugas pelayanan KS-NIK, Alfi Febriantara, ditemui Warta Kota, Kamis (12/9/2019).

Ia menyebut warga yang datang melakukan pemohonan KS dikarenakan BPJS Kesehatannya sudah mati atau lama tak membayar iuran.

“Ada yang bentar lagi mau lahiran jadi urus KS. Ada yang BPJS sudah mati dan ada yang karena wacana kenaikan iuran BPJS,” kata dia.

Salah satu warga yang sedang membuat KS-NIK, Sari Lestari (29) mengatakan dirinya membuat KS dikarenakan BPJS Kesehatannya sudah lama tidak aktif.

Pasalnya, ia sudah tidak membayar iuran dikarenakan kondisi keuangannya sedang tidak baik.

“Sudah engga pakai BPJS lagi sudah lama, makanya buat KS buat persiapan nanti kelahiran anak ketiga,” ucap dia.

Ia awalnya engga mengurus KS-NIK dikarenakan males antre dan bolak-balik. Selain itu ia juga sudah punya BPJS Kesehatan.

“Tapi karena sudah engga sanggup bayar, sudah lama engga dibayar, apalagi mau naik iurannya jadi pilih buat KS-NIK yang gratis,” kata warga Kranji Bekasi Barat tersebut.

Tak perlu bayar iuran

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved