Wiranto Ogah Tanggapi Fakta Persidangan Kivlan Zen Matai-Matai Dirinya, "Tak Perlu Ditanggapi"

Uang itu diduga sebagai imbalan bagi Tajudin untuk memata-matai Wiranto dan Luhut Binsar Panjaitan. "Tidak perlu ditanggapi," kata Wiranto

Wiranto Ogah Tanggapi Fakta Persidangan Kivlan Zen Matai-Matai Dirinya,
TRIBUNNEWS
Wiranto dan Kivlan Zein 

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto tidak mau menanggapi fakta persidangan atas terdakwa Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen, Selasa (10/9/2019) lalu.

Dalam sidang itu, jaksa penuntut umum mengatakan, Kivlan menyerahkan uang sebesar Rp 25 juta kepada Tajudin melalui Helmi Kurniawan.

Uang itu diduga sebagai imbalan bagi Tajudin untuk memata-matai Wiranto dan Luhut Binsar Panjaitan. "Tidak perlu ditanggapi," kata Wiranto saat dijumpai di Kantor Kemenko Polhukam, Rabu (11/9/2019).

Menkopolhukam Wiranto
Menkopolhukam Wiranto (WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN)

Setelah itu, Wiranto pun berlalu meninggalkan wartawan.

Dalam perkara Kivlan, ia dituduh menguasai senjata api ilegal dan merencanakan pembunuhan sejumlah pejabat negara.

Kivlan Zen Bayar Orang Rp 25 Juta untuk Memata-matai Wiranto dan Luhut Binsar Panjaitan

Tokoh Muda Papua Minta Aparat Keamanan Ditarik dari Nduga, Wiranto Sanggupi Asal Penuhi Syarat Ini

Berkas Lengkap, Tersangka Makar Habil Marati dan Kivlan Zein Diserahkan ke Kejaksaan

Wiranto dan Luhut adalah salah satunya.

Jaksa penuntut umum Fahtoni, dalam sidang tersebut menuturkan, Kivlan menerima uang itu dari Habil Marati.

Politikus PPP itu disebut, memberikan uang total 15.000 dollar Singapura kepada Kivlan.

Namun, uang itu bukan dikelola sendiri oleh Kivlan, melainkan oleh Helmi Kurniawan.

Ia diberi tugas mengelola uang itu, mulai dari membayar senjata api hingga menyerahkan uang itu kepada saksi lain.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved