Wajib SNI di Produk Pelumas, Berikut Tanggapan Produsen

Peraturan wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi produk oli/pelumas mulai diterapkan sejak hari Selasa (10/9/2019).

Wajib SNI di Produk Pelumas, Berikut Tanggapan Produsen
KOMPAS/PRIYOMBODO
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Aturan wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi produk oli/pelumas mulai diterapkan sejak kemarin.

Para pelaku industri dalam negeri siap untuk menjalankan aturan tersebut.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Pelumas secara wajib.

Permenperin ini diterapkan untuk meningkatkan daya saing dan utilisasi industri pelumas dalam negeri sehingga dapat memenuhi peningkatan kebutuhan pelumas khususnya bagi industri otomotif nasional.

Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kemenperin, Taufiek Bawazier, mengatakan, Kemenperin terus berupaya memacu daya saing industri melalui langkah kebijakan strategis yang berfokus pada memperkuat struktur industri salah satunya Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Utilitas pabrik pelumas saat ini hanya 42 persen dan diharapkan naik hingga 70 persen karena aturan ini," kata Taufiek, Selasa (10/9/2019).

Kemenperin mencatat, saat ini terdapat 44 produsen pelumas di dalam negeri, dengan kapasitas terpasang mencapai 2,04 juta kilo liter (KL) per tahun.

Sementara kebutuhan pelumas dalam negeri mencapai 1,14 juta KL per tahun.

Wakil Ketua Asosiasi Produsen pelumas Dalam Negeri (Aspelindo), Patrick Adhiatmadja, mengatakan, pihaknya siap mendukung aturan pelumas wajib SNI.

"Aturan ini lebih menjaga kualitas mutu dan menyaring produsen-produsen yang nakal," kata Patrick.

Patrick yang juga Presiden Direktur PT Federal Karyatama (Federal Oil) mengatakan, sebelum aturan SNI diwajibkan, pelumas Federal oil, sudah telah lolos uji SNI sejak 2017.

Secara terpisah Strategic Director PT Pana Oil Indonesia, Raymond Widjaja, mengatakan, implementasi SNI meningkatkan kualitas taraf produk yang diproduksi di Indonesia, karena dengan begitu mengharuskan pabrik pelumas mengikuti standar international.

"Sejak awal selalu berkomitmen untuk menghadirkan produk-produk berkualitas bersertifikasi SNI dengan harapan konsumen di Indonesia bisa mendapatkan produk berkualitas sesuai standar International," kata Raymond kepada Kontan.

Andria Nusa, Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants, mengatakan, dengan SNI, kontrol kualitas pelumas juga semakin baik juga sebagai jaminan bagi produsen untuk berinvestasi karena persaingan yang sehat.

Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Produsen pelumas tanggapi positif penerapan wajib SNI

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved