Berita Video

VIDEO: Warga Gusuran Pekayon Jakasetia Kembali Demo Kantor BPN Bekasi

Warga korban gusuran Pemkot Bekasi (FKPB) kembali menggelar demo di depan kantor BPN Kota Bekasi, Rabu (11/9/2019)

WARGA korban gusuran yang tergabung dalam Forum Korban Penggusuran Bekasi (FKPB) kembali menggelar demo di depan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi di Jalan Khairil Anwar, Bekasi Timur, Rabu (11/9/2019).

Demo kali ini merupakan kali ketiga setelah digusur paksa Pemerintah Kota Bekasi pada 2016. Mereka mendesak BPN Kota Bekasi menerbitkan surat pemblokiran penerbitan sertifikat atas lahan gusuran.

Sebab BPN Kota Bekasi sebelumnya telah menyatakan bahwa lahan gusuran itu bukan milik pemerintah.

Calon Pimpinan Ini Sebut Wadah Pegawai KPK Masalah dan Merasa Seperti di Awan-awan

"Melihat sikap BPN yang terkesan berpihak kepada Pemkot Bekasi dan memberatkan warga, kami mengajukan permohonan pemblokiran penerbitan sertifikat tanah Pekayon-Jakasetia yang masih sengketa," tulis FKPB dalam keterangan resminya dikutip dari Kompas.com, Rabu siang.

Di lokasi, puluhan warga mulai dari anak muda hingga manula membawa aneka spanduk protes terhadap penggusuran paksa yang mendera mereka.

"Tiga tahun melawan kejahatan kemanusiaan!" tulis salah satu spanduk. "Negara dibantu preman berkedok aparat yang maha bejat!" tulis yang lain.

"Pemkot Bekasi bertanggung jawab atas penggusuran paksa rakyat Pekayon-Jakasetia." Sejumlah polisi dibantu Satpol PP tampak bersiaga di sekitar BPN Kota Bekasi.

Satu unit mobil meriam air juga terparkir di sana. Bersama warga, berapa unsur mahasiswa solidaritas bergantian berorasi di bawah terik cuaca Bekasi siang ini.

Persilakan Diaudit, Wakil Ketua Saut Situmorang: Saya Saja Tidak Percaya Satupun Orang di KPK

Pemerintah Kota Bekasi telah menggusur deretan pemukiman warga di Kampung Poncol Bulak, Jakasetia, Bekasi Selatan pada 25 Oktober 2016.

Sepekan berselang, penggusuran itu berlanjut ke sisi selatan, tepatnya sisi tembok kompleks perumahan Peninsula.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Rusdi
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved