Breaking News:

Berita Video

VIDEO: Sindikat Narkoba Jaringan Malaysia Dibekuk, 18 Kilo Sabu dan 4.132 Ekstasi Disita

Argo Yuwono mengatakan ke 12 tersangka ini terbagi dalam 5 kelompok berbeda atau agen pengedar sabu dalam jaringan ini.

Warta Kota
Kabid Humas polda metro Kombes Argo Yuwono dan kasubdit III Ditresnarkoba AKBP Iqbal Simatupang dalam jumpa pers di mapolda metro, Rabu (11/9/2019). 

Dari kelompok ini kata Argo pihaknya kembali membekuk kelompok lainnya pada Selasa 6 Agustus 2019 di Loby Apartemen Pakubuwono terrace Tower South di Jalan Ciledug Raya, Nomor 99, Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. "Di sana kami bekuk RA dengan barbuk 1 kg sabu dalam satu bungkus teh warna hijau,, bertuliskan Oing Shan," kata Argo.

Dari sana kata Argo, pihaknya kembali membekuk dua tersangka yakni E alias GANDEN (29) dan AY (37) di Parkir Motor SPBU Pertamina Coco 31 BSD, di Jalan Pahlawan Seribu, Lengkong Karya, Serpong Utara, Tangerang Selatan, pada Kamis 8 Agustus 2019. Dari tangan mereka disita 1 kg sabu.

Lalu dari sana kata Argo pihaknya kembali membekuk HW (25), di tempat Parkir Mobil Alfamart, Ruko Sunter Permai Jaya, Jalan Sunter Permai
Raya, Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pertengahan Agustus. Dari tangan HW disita 1,1 kg sabu.

Kemudian pada Jumat 6 September 2019 pihaknya kembali membekuk lima tersangka dari Jakarta Utara dan Jakarta Timur yakni HP alias BAGOL, L, RY, YP alias IYO dan TWS.

Dari tangan mereka disita belasan Kg sabu dan lebih dari 4000 butir ekstasi yang disimpan dalam speaker mobil.

"Dari semuanya total ada 12 tersangka yang dikendalikan satu orang, dengan total barang bukti 18,292 Kg dan ekstasi sebanyak 4.132 butir serta bahan pembuat ekstasi," kata Argo.

Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Iqbal Simatupang mengatakan dari hasil pemeriksaan, diketahui para sindikat ini sedikitnya sudah 3 kali menerima barang narkoba dari Malaysia dan mengedarkannya di Jakarta.

"Ada juga yang sudah 5 kali menerima barang dan mengedarkannya di Jakarta," kata Iqbal.

Saat ini kata Iqbal pihaknya masih memburu satu pelaku lainnya yakni Mr X yang berperan sebagai pengendali para tersangka.

Karena perbuatannya kata Iqbal para tersangka akan dijerat Pasal114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Yang ancaman hukuman maksimalnya adalah pidana
mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan
paling lama 20 tahun. Serta pidana denda paling sedikit Rp 1 Miliar dan paling banyak Rp 10 Miliar," katanya.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved