Sabtu, 9 Mei 2026

Pertumbuhan Start Up di Indonesia Penuh Tantangan, Berikut Penjelasan dari Google

Negara dengan ekosistem perusahaan rintisan atau start up bisa tumbuh subur satu di antaranya adalah Indonesia.

Tayang:
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

Yang membuat keberadaan startup begitu menjamur di Indonesia adalah biaya membangun perusahaan yang cenderung rendah.

Walaupun demikian, suburnya start up tidak akan memberi kontribusi yang signifikan jika mereka tidak memahami pasar yang disasar.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Negara dengan ekosistem perusahaan rintisan atau start up bisa tumbuh subur satu di antaranya adalah Indonesia.

Menurut hasil studi Google bersama dengan Tamasek, ekonomi digital Indonesia diprediksi bakal tumbuh pesat, yaitu mencapai 100 miliar dollar AS pada tahun 2025.

Dengan prediksi sebesar itu pada 2025, ekonomi digital Indonesia disebut merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.

Namun demikian, tumbuh suburnya start up di Indonesia harus didukung dengan infrastruktur digital yang mumpuni agar pertumbuhannya berkelanjutan.

Ikuti 7 Langkah Ini Jika Ingin Berinvestasi Seperti Warren Buffett

Sebastian Trzcinski-Clément, Head of Developer Relations and Start up Ecosystem for Asia, Africa and the Middle East Google, mengatakan, tantangan yang harus dihadapi perusahaan-perusahaan rintisan agar bisa terus berkelanjutan.

Satu di antaranya adalah sulit mencari sumber daya manusia dengan talenta dan berkualitas.

"Jadi tantangan start up sekarang untuk tumbuh adalah mendapatkan talenta yang bekualitas. Bahkan sekelas Google dan Go-Jek kesulitan untuk mendapatkan itu," kata Sebastian, Selasa (10/9/2019).

Dia mengatakan, yang membuat keberadaan startup begitu menjamur di Indonesia adalah biaya membangun perusahaan yang cenderung rendah.

Jack Ma Pensiun, Berikut 10 Hal Setelah Pendiri Alibaba Pensiun Hari Ini

Walaupun demikian, suburnya start up tidak akan memberi kontribusi yang signifikan jika mereka tidak memahami pasar yang disasar.

"Biaya untuk membangun start up cnederung murah, sangat mudah untuk membentuk start up. Keberadaan start up seperti Go-Jek yang sudah dikenal secara global sangat menarik, karena itulah start up perlu untuk membentuk sebuah produk yang cocok untuk pasar yang mereka inginkan secara spesifik," kata Sebastian.

Adapun Google telah mengadakan Google Developers Launchpad beberapa tahun lalu untuk mendukung kinerja startup dan akselerator.

Kepada akselerator, Google menyediakan konten sekaligus framework untuk pengembangan startup.

"Kami ingin startup memahami product market fit, optimalisasi kekuatan dari strktur organisasi dan leadership team, belajar dari best practice Google. Startup juga akan mendapatkan akses langsung ke mentor dan expert untuk diskusi insight terkini dan membantu problem solving," kata Sebastian.

Jack Ma Pensiun Hari Ini, Berikut Perjalanan Bersejarah Alibaba

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Menurut Google, Ini Tantangan Pertumbuhan Startup di Indonesia

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved