Pelumas Harus Sudah Memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI)

Ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) pelumas mulai diterapkan secara wajib sejak kemarin.

Pelumas Harus Sudah Memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI)
Warta Kota/Ahmad Sabran
Ilustrasi oli palsu. 

Menurut Taufiek, kebijakan SNI wajib bagi produk kendaraan bermotor didasari oleh tiga tujuan utama.

Pertama untuk melindungi konsumen agar terhindar dari pelumas kendaraan bermotor berkualitas rendah.

Kedua menciptakan iklim persaingan pasar yang adil di antara produsen pelumas kendaraan bermotor.

Ketiga memperkuat industri pelumas kendaraan dalam negeri.

Berdasarkan keterangan Taufiek, dari sebanyak 140 importir pelumas kendaraan, sebanyak 90 importir di antaranya sudah mendaftarkan produknya untuk disertifikasi SNI.

Sementara itu, produsen pelumas kendaraan dalam negeri seluruhnya sudah memiliki SPPT SNI.

Sebagai informasi, ketentuan wajib SNI pelumas diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 25 2018 tentang Pemberlakuan SNI Pelumas Secara Wajib. Sebjalan dengan amanat Undang-Undang No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, penilaian kesesuaian SNI dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) dan Laboratorium pengujian yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Naisnoal (KAN) dan ditunjuk oleh menteri.

Ikuti 7 Langkah Ini Jika Ingin Berinvestasi Seperti Warren Buffett

Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Mulai ditindak, begini skema penertiban pelumas tak ber-SNI

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved