Mainan China Kena Tarif Mahal dari AS, AMI: Ini Peluang Bagi Indonesia

Pemberlakuan tarif sebesar 15% yang dibebankan oleh Amerika, termasuk Pemberlakuan tarif produsen mainan Cina.

Mainan China Kena Tarif Mahal dari AS, AMI: Ini Peluang Bagi Indonesia
Warta Kota/angga bhagya nugraha
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Produk mainan impor asal China terkena tarif sebesar 15 persen yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.

Beberapa pihak menduga hal tersebut berpotensi mendorong penignkatan arus impor mainan dari China ke Indonesia.

Berlawanan dengan anggapan tersebut, Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) justru melihat hal tersebut sebagai peluang bagi Indonesia.

“Dalam perang dagang ini barang jadi (mainan) yang masuk ke Indonesia enggak banyak, justru calon investor yang banyak masuk ke Indonesia, jadi bukan barangnya, tapi modalnya,” kata Ketua AMI, Sutjiadi Lukas, dikutip dari Kontan.

Perbankan Enggan Menambah Mesin ATM dan EDC, Ini Alasannya

Sutjiadi mengatakan, pemberlakuan tarif sebesar 15 persen yang dibebankan oleh Amerika Serikat terhadap produk-produk mainan yang diimpor dari China telah mendorong sejumlah produsen mainan China untuk membangun fasilitas produksinya di Indonesia.

Menurut keterangan Sutjiadi, hingga saat ini sudah terdapat lima investor yang telah berminat dan membicarakan ketertarikannya untuk membangun fasilitas produksi di Indonesia.

Kelima investor tersebut merupakan produsen mainan yang memiliki basis produksi di China.

Menurut Sutjiadi, selain bisa meningkatkan arus modal ke Indonesia, investasi pembangunan pabrik oleh produsen mainan China di Indonesia juga dinilai menguntungkan lantaran bisa mendrong proses alih teknologi.

Jeff Bezos dan Amazon Mengepung Ibu Kota Amerika Serikat, Berikut Penjelasannya

Dalam hal ini, teknologi yang dimiliki China dalam memproduksi mainan dinilai bermanfaat bagi Indonesia.

Selain itu, hal ini juga berpotensi meningkatkan jumlah ekspor mainan dari Indonesia ke Amerika Serikat dikarenakan proses produksi dilakukan di Indonesia.

Halaman
123
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved