Komentar Analisis soal Rencana OJK Awasi Reksadana Berkepemilikan Tunggal

Kebijakan OJK untuk mengawasi reksadana kepemilikan tunggal berikut tanggapan beberapa analisi pasar modal dan sekuritas.

Komentar Analisis soal Rencana OJK Awasi Reksadana Berkepemilikan Tunggal
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

Semua manajer investasi sedang diminta oleh OJK data reksadana dengan investor tunggal serta membuat pernyataan untuk tidak menerbitkan lagi selama masa peninjauan berlangsung.

Sebagai informasi, Direktorat Pengelolaan Investasi OJK mencatat, per 27 Agustus 2019 terdapat 2.158 reksadana dengan nilai dana kelolaan mencapai Rp 536,52 triliun.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Rencananya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan pengawasan sekaligus peninjauan kembali atas transaksi efek dalam portofolio reksadana yang dimiliki oleh investor tunggal.

Rencana OJK itu mendapat sambutan positif karena bisa berdampak untuk jangka panjang bagi industri reksadana secara keseluruhan.

Wawan Hendrayana, Head of Investment Research Infovesta Utama menyampaikan, reksadana dengan kepemilikan investor tunggal sebenarnya merupakan fenomena yang sudah lama terjadi.

Era Transformasi Keuangan Digital, OJK Perkuat Kerja Sama dengan FSC Korea

Keberadaan reksadana ini pun sejatinya tidak melanggar hukum.

Namun, harus diakui dalam beberapa kasus, reksadana seperti ini dijadikan untuk finansial engineering atau perbaikan pembukuan oleh sejumlah pihak.

Itu berarti manajer investasi merancang reksadana ini untuk meraih keuntungan imbal hasil di atas rata-rata.

“Hal ini justru membuat kinerja suatu reksadana menjadi terkesan aneh dan bias,” kata Wawan.

Portofolio Investasi Reksadana Milik Investor Tunggal Akan Diawasi OJK

Ia menilai langkah OJK untuk lebih mengawasi keberadaan produk reksadana yang dimiliki investor tunggal sudah cukup positif.

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved