Rusuh Papua

Jokowi Janji Mekarkan Wilayah Papua, Mendagri Sibuk Cari Dasar Hukum

MENTERI Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku masih mencari dasar hukum pemekaran lima kabupaten di Papua dan Papua Barat.

Jokowi Janji Mekarkan Wilayah Papua, Mendagri Sibuk Cari Dasar Hukum
TRIBUNNEWS/THERESIA FELISIANI
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/8/2019). 

Menurut Tjahjo Kumolo, Presiden Jokowi telah memerintahkan Kementerian Dalam Negeri untuk mengecek dasar hukum pemekaran wilayah di Papua.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengabulkan permintaan pembentukan lima provinsi baru di Papua dan Papua Barat.

Calon Pimpinan Ini Sebut Wadah Pegawai KPK Masalah dan Merasa Seperti di Awan-awan

Awalnya, para tokoh asal Bumi Cenderawasih meminta Presiden Jokowi menyetujui adanya pemekaran dengan menambah lima provinsi pada wilayah adat di Papua dan Papua Barat.

Lima wilayah adat tersebut adalah Anima, Saireri, Lapago, Meepago, dan Tabi.

 Tes DNA Pastikan Dua Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Filipina Pasutri WNI, Ini Identitasnya

"Terkait pemekaran, ya jangan banyak-banyak dulu."

"Ini tambahan lima, ini total atau tambahan?" Tanya Jokowi kepada Abisai Rollo, perwakilan tokoh Papua dan Papua Barat saat pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Mendengar pertanyaan tersebut, Abisai bersama tokoh tanah Papua pun secara bersama menyebut lima provinsi adalah tambahan.

 Sopir Angkot yang Selalu Bawa Bayinya Saat Kerja Ternyata Tak Punya SIM, Lebih Utamakan Beli Susu

"Saya iya (setuju), tetapi mungkin tidak lima dulu, mungkin kalau tidak dua, tiga (provinsi baru)," tutur Jokowi.

Menurut Jokowi, dalam pembentukan provinsi baru harus ada kajian terlebih dahulu, meski dalam undang-undang terlihat mendukung dalam hal tersebut.

"Dan saya memang ingin ada usulan itu (provinsi baru) dari bawah, bukan dari kita, tapi dari keinginan dari bawah," paparnya.

 FENOMENA Hari Tanpa Bayangan Bakal Muncul Lagi Bulan Ini dan Oktober, Catat Tanggal dan Waktunya!

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved