PKH

Warga Neglasari Sayangkan Pelabelan Keluarga Miskin Hanya Ditempelkan di Rumahnya

Warga Neglasari Sayangkan Pelabelan Keluarga Miskin Hanya Ditempelkan di Rumahnya. Padahal di kampungnya ada belasan peserta Progam Keluarga Harapan

Warga Neglasari Sayangkan Pelabelan Keluarga Miskin Hanya Ditempelkan di Rumahnya
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Label Keluarga Miskin di salah satu rumah di Kelurahan Mekar Sari, Neglasari, Kota Tangerang, Selasa (10/9/2019) 

Satu Keluarga di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang menyayangkan pelabelan "Keluarga Miskin" yang dipampang di tembok rumahnya.

Nazarudin (44), warga yang rumahnya dilabeli Keluarga Miskin itu mengatakan sebenarnya terdapat beberapa keluarga lainnya yang mendapat bantuan dari pemerintah di sekitar rumahnya tapi tidak diberi label itu.

"Kalau mau adil semua ya, ada 13 rumah di RT ini, kenapa saya aja yang dilabelin," kata Nazarudin kepada Warta Kota, Selasa (10/9/2019).

Tunggak Iuran BPJS Kesehatan Hingga Rp 9 Miliar, Kelurahan Mekarjaya Keluarkan Surat Pemberitahuan

Pantauan Warta Kota, label itu berada di tembok kanan rumah Nazarudin yang dicat berwarna cokelat.

Kendati demikian, Nazarudin sebenarnya tidak mempermasalahkan dengan label yang sekarang melekat di kediamannya itu karena bantuan yang diberikan dianggap telah meringankannya.

"Saya tidak masalah sebenarnya, karena memang dibantu anak saya sekolah, saya terbantu," tuturnya.

Diketahui Nazarudin menerima sejumlah bantuan di antaranya adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan bantuan non-tunai dari pemerintah.

Nazarudin yang sehari-harinya berjualan di pasar malam saat ini tinggal bersama istri dan tiga anaknya yang masih bersekolah di kelas 2 SMA, 6 SD, dan anak terakhirnya berumur dua bulan.

UPDATE Pohon Tumbang Timpa Pengendara Jalan Alteri Pondok Indah, Kasudin Kehutanan Jaksel Tidak Tahu

Warga yang tinggal tidak jauh dari kediaman Nazarudin, Yeti (61) mengatakan memang tidak mendapatkan label Keluarga Miskin biarpun tetap mendapatkan bantuan setiap bulannya.

"Kalau saya dapat bantuan beras satu karung kecil sama telur satu kilogram, tapi rumah saya enggak ditulis seperti ini," ujar Yeti.

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Suli Rosadi menuturkan program ini bertujuan memverifikasi secara lebih jelas target penerima bantuan yang lebih tepat sasaran.

Hindari Ganjil Genap, Polisi Mencurigai Pelat Palsu Banyak Digunakan Masyarakat

Ditambahkannya, pelabelan itu untuk mengurangi pihak-pihak yang tidak layak menerima namun pura-pura miskin. Sehingga selanjutnya, semua bantuan yang dikucurkan bisa tepat sasaran.

“Saya pun berharap, masyarakat Kota Tangerang yang tidak layak menerima bantuan untuk proaktif terhadap program ini.

Sehingga jumlah kemiskinan serta bantuan yang dikucurkan baik dari Pemerintah Kota Tangerang maupun pusat bisa lebih tepat sasaran,” kata Suli melalui keterangan resminya, Selasa (3/9/2019) lalu.

Anton Terduduk Lemas Lolos dari Maut, Saat Melaju di Pondok Indah Mobil Tertimpa Pohon Palem

Sejak dilakukan verikasi lapangan data oleh petugas gabungan dari Dinsos, Camat dan Lurah dalam beberapa hari terakhir, tak kurang dari 50 keluarga telah mengundurkan diri dari daftar penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved