Berita Video

VIDEO: Akibat Ganjil Genap Jalanan Lengang Hingga Penumpang Banyak Dirasakan Sopir Angkot

"Kondisi jalanan lebih lenggang. Saya pikir itu salah satu dampak diterapkannya sistem ganjil genap," kata Oktafianus kepada awak media

VIDEO: Akibat Ganjil Genap Jalanan Lengang Hingga Penumpang Banyak Dirasakan Sopir Angkot
Warta Kota/Luthfi Khairul Fikri
Sejumlah kendaraan ditilang petugas kepolisian di hari pertama ganjil genap di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, Senin (9/9/2019). 

Perluasan sistem Ganjil Genap 2019 di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara mulai berdampak positif pada sopir angkutan kota (angkot) M.15 jurusan Tanjung Priok-Kota yang turut melintasi Jalan Gunung Sahari.

Menurut salah satu sopir angkot M15, Oktafianus (32) bahwa dampaknya sangat dirasakan dari kelenggangan ruas jalan dan jumlah penumpang yang mulai meningkat

"Kondisi jalanan lebih lenggang. Saya pikir itu salah satu dampak diterapkannya sistem ganjil genap," kata Oktafianus kepada awak media saat ditemui di Terminal Dalam Kota Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/9/2019).

Sementara, sopir lainnya, Ahmad (43) mengatakan selain kelenggangan ruas jalan juga berdampak pada pemakaian bahan bakar menjadi lebih irit.

"Syukur-syukur ke depannya adanya ganjil genap ini masyarakat lebih tertarik naik angkutan umum. Jadi menambah penghasilan juga," jelasnya.

Kasudin Perhubungan Jakarta Utara Benhard Hutajulu menerangkan, sistem ganjil genap bertujuan salah satunya untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum.

"Selain itu sistem ganjil genap ini juga bertujuan menekan polusi udara di Jakarta dari kendaraan bermotor. Untuk itu kami himbau masyarakat dapat beralih ke transportasi umum," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mulai menerapkan sistem ganjil genap di 25 ruas jalan termasuk Jalan Gunung Sahari, Pademangan, sejak Senin (9/9/2019) kemarin.

Diketahui, perluasan Ganjil Genap 2019 ini diterapkan dalam dua shif yakni Pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB setiap Senin hingga Jumat, kecuali hari libur nasional.

Meski begitu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memberikan pengecualian pada 12 jenis penggunaan kendaraan dalam perluasan Ganjil Genap 2019 tersebut.

Yakni kendaraan berstiker disabilitas, ambulan, pemadam kebakaran, angkutan umum berplat kuning, sepeda motor, kendaraan berbahan bakar listrik dan gas, truk tanki bahan bakar, kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara, kendaraan operasional dinas, TNI-Polri, kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing.

Serta, lembaga internasional, kendaraan evakuasi kecelakaan lalu lintas, hingga kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan Polri, seperti pengangkut uang.(M20)

Penulis: Luthfi Khairul Fikri
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved