Breaking News:

Rusuh Papua

Selain Bangun Istana, Jokowi Juga Kabulkan Permintaan Pembentukan Provinsi Baru di Papua

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengabulkan permintaan pembentukan lima provinsi baru di Papua dan Papua Barat.

Editor: Yaspen Martinus
Dokumen Tim Komunikasi Presiden
Presiden Joko Widodo menikmati fajar perdana 2016 di dermaga Waiwo, Raja Ampat, Papua Barat 

"Keempat, pembangunan asrama nusantara di seluruh kota studi dan menjamin seluruh keamanan mahasiswa Papua," tegasnya.

Kelima, meminta pemerintah menerima usulan revisi undang-undang otonomi khusus dimasukkan dalam prolegnas 2020.

Keenam, penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) untuk pengangkatan aparatur sipil negara (ASN) dan honorer di Papua.

 Pemeran Utama Pria Meninggal, Polisi Akui Bakal Agak Kesulitan Ungkap Kasus Video Vina Garut

Ketujuh, Abisai berharap ada percepatan Palapa Ring timur Papua.

Kedelapan, Presiden diminta mengesahkan lembaga adat perempuan serta anak Papua.

"Terakhir, membangun Istana Presiden di Papua, di ibukota provinsi Papua di Kota Jayapura. Ini perlu kami sampaikan," tutur Abisai.

 ‎Anggota Komisi III Sebut Budaya Kerja di KPK Saling Mencurigai, Abraham Samad Bilang Begini

Pada pertemuan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB, para tokoh Bumi Cenderawasih mayoritas memakai baju batik berwarna merah dengan corak burung Cenderawasih.

Para tokoh tersebut turut mengenakan topi adat Papua berwarna cokelat, dan di bagian atasnya dihias bulu burung Cenderawasih.

Topi adat tersebut bukan hanya dikenakan oleh para tokoh Papua. Sejumlah menteri yang mendampingi Presiden Jokowi juga turut mengenakan topi adat itu.

 Abraham Samad: Dewan Pengawas KPK Makhluk Apalagi? Jangan-jangan Turun dari Luar Angkasa

Yakni, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Kepala BIN Budi Gunawan.

Sedangkan Presiden Jokowi yang memakai kemeja putih, tidak turut mengenakan topi adat khas Papua seperti yang lainnya.

Dalam pertemuan ini, para tokoh Papua duduk menghadap Presiden Jokowi yang disusun lima baris memanjang di ruang tengah Istana Negara.

 Tolak Revisi UU KPK, Saut Situmorang: Demi Masa Depan Cucu Presiden!

Saat sambutan, Jokowi mengaku tersentuh hatinya mendengar ucapan Abisai Rolio yang menjadi perwakilan tokoh Papua.

Di mana, masyarakat Papua meminta pemerintah memperhatikan sumber daya manusia (SDM) untuk ditingkatkan.

Selain itu, Jokowi pun menyampaikan Indonesia merupakan negara yang luas karena memiliki 714 suku dan terdapat 1.100 lebih bahasa daerah.

 Pegawai: Jangan Sampai Sejarah Mencatat KPK Mati pada Masa Presiden Jokowi

"Kita memang berbeda-beda, dan saya dalam lima tahun ini sudah 12 kali ke tanah Papua, baik Provinsi Papua maupun Papua Barat," ucap Jokowi.

Menurut Jokowi, pembangunan SDM sangat diperlukan dan akan dilakukan pemerintah, setelah dalam lima tahun fokus kepada pembangunan infrastruktur.

"Semua ada tahapannya, jadi betul apa yang disampaikan bapak Abisai terkait sumber daya manusia itu memang sangat diperlukan," tutur Jokowi(Seno Tri Sulistiyono)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved