Calon Menteri

Luhut Pandjaitan dan Susi Pudjiastuti Pamit Sebagai Menteri, Bagaimana Isu Susi Akan Gantikan Luhut?

"Dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf. Saya tidak pernah berpengalaman jadi menteri sebelumnya, jadi mohon maaf,"

Luhut Pandjaitan dan Susi Pudjiastuti Pamit Sebagai Menteri, Bagaimana Isu Susi Akan Gantikan Luhut?
Dok KKP
Presiden Jokowi bersama Menteri Kelautan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menko Maritim Luhut Pandjaitan 

Nah yang menarik, nama Susi tetap dipertahankan. Ia menjadi menteri Koordinator Bidang Kemaritiman menggantikan Luhut Binsar Panjaitan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bekraf Triawan Munaf yang namanya masuk dalam jajaran menteri Kabinet Kerja jilid ll sebagai Menteri Pariwisata, secara tegas menyatakan hal tersebut kabar bohong.

"Big hoax (bohong besar)," ujar Triawan saat dihubungi Tribunnews.com, Jakarta, Sabtu (10/8/2019).

Pada Minggu (4/8/2019) lalu, Presiden Jokowi memang mengadakan gathering untuk para menteri, kepala lembaga, dan mantan menteri bersama keluarga di Istana Bogor.

Menurut Triawan, kegiatan gathering berakhir sekitar pukul 12.00 WIB, setelah terjadi pemadaman aliran listrik dari PLN yang terjadi di beberapa wilayah Pulau Jawa.

"Ini kerjaan orang iseng (sebar kabar bohong soal susunan menteri)."

"Waktu ada event di Sentul pun hoaks yang sama disebar. Katanya ada rapat yang seperti itu (menentukan menteri)."

"Di surat hoaks ada nama Pramono Anung, padahal beliau tidak ada di Sentul," tutur Triawan. 

Guru Besar LIPI Sebut Revisi UU KPK Pembohongan Publik, Jadi Macan Ompong

Jokowi menyebut ada beberapa menteri yang bertahan di kabinet entah di posisinya saat ini atau berganti posisi menempati posisi yang lebih strategis dengan kewenangan lebih luas.

Namun, ada juga menteri yang harus pergi untuk tugas lain yang lebih tepat.

Jokowi menyebut nama sebagai contoh, tetapi tidak untuk diberitakan.

Jokowi bilang mempertahankan menteri yang bisa mengkesekusi masalah dengan baik meskipun kerap tidak disukai oleh publik.

Sebaliknya, dia tidak akan segan mengganti menteri yang disukai publik tetapi sebenarnya menimbulkan masalah. 

Residivis Pelaku Pencurian di Setu Bekasi Ditembak Polisi

Susi memiliki dua kombinasi itu, termasuk Menteri yang tegas dan disukai publik.

Namun apakah ia termasuk menteri yang akan dipertahankan, bahkan menggantikan Luhut, hanya Jokowi yang tahu. 

 Tjahjo Kumolo Lebih Dulu Pamit

Menurut catatan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo termasuk yang terlebih dulu memohon maaf dan pamit usai melantik pejabat di lingkungan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis (15/8/2019).

"Saya mohon maaf selama hampir 5 tahun kurang 1,5 bulan ini ada hal-hal yang kurang berkenan, berbagai sikap, pernyataan, kebijakan. Tentu ada kekhilafan. Saya mohon maaf sebesar-besarnya," ujar Tjahjo disela sambutannya.

"Ini pamitan saya resmi, mungkin tidak bisa bertemu karena akan selesainya masa tugas Kabinet Kerja 1. Untuk selanjutnya, mari kita tunggu tanggal mainnya, bagaimana komposisi kabinet berikutnya," kata Tjahjo.

Mendagri Tjahjo Kumolo membuka rapat kerja nasional “Pembinaan Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional” bersama TNI, di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2019).
Mendagri Tjahjo Kumolo (TRIBUNNEWS/RIZAL BOMANTAMA)

Tjahjo mengatakan, dirinya memegang prinsip TNI dalam menjalani hidupnya, yakni taat nurut instruksi.

Dengan demikian, apabila tidak dipercaya lagi mengemban amanah untuk menjadi menteri di kabinet berikutnya, ia pun mengaku siap.

"Saya berpegang pada prinsip TNI. Taat nurut instruksi. Dipensiunkan siap, diberi tugas siap, tidak diberi tugas, saya tetap mendukung pemerintahan yang saya dukung ini," kata dia.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan DKPP atas kerja sama selama lima tahun ini.

 Terlebih, kata dia, selama lima tahun ini, hampir 3 tahun di antaranya waktu yang dilewati dihabiskan dengan Komisi II DPR.

Jawaban Gibran Rakabuming Menanggapi Kabar Santer Dirinya Masuk Panggung Politik

Mulai dari pansus menyusun UU Pemilu selama 2 tahun serta pilkada serentak yang berlangsung tiga kali.

Termasuk juga sinergi antara pihaknya dengan kepolisian, TNI, dan Gakumdu yang telah berjalan dengan baik.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saat Luhut dan Susi Pamit...", Penulis : Yoga Sukmana

Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved