Kesehatan

Kenali Gejala Autisme Sejak Dini Agar Segera diIntervensi

Istilah autis tidak asing bagi masyarakat. Bahkan seringkali jadi bahan becandaan ketika melihat seseorang tak peduli terhadap lingkungan sekitar.

Kenali Gejala Autisme Sejak Dini Agar Segera diIntervensi
Kompas.com
Ilustrasi. 

Terapi wicara , juga menjadi penting  agar anak mau berkomunikasi dan terapi okupasi, yakni olahraga yang bisa mengatur koordinasi antara motorik kasar dan motorik halus.

Terapi itu dilakukan rutin dan dilakukan dalam waktu yang tidak bisa ditentukan kapan bisanya.

Gayatri memberikan contoh untuk terapi wicara saja diperlukan durasi 30-40 jam per minggu.

Tentu saja terapi tidak bisa dibebankan kepada terapis saja.

Peran orangtua sangat penting karena di rumah sehari-hari anak berada di rumah dibawah pengawasan orangtua.

 AWAS Jangan Terjebak, Ini 25 Ruas Jalan Ganjil Genap di Jakarta, Berlaku Mulai Senin (9/9)

“Anak dengan autisme lebih sering tantrum karena dia tidak bisa mengungkapkan apa yang diinginkan. Ketika sudah mulai bisa berkomunikasi biasanya sedikit demi sedikit kejadian tantrum menjadi berkurang,” ujar Gayatri.

Menurutnya, anak autis yang sering tantrum karena seringkali anak ingin dimengerti tapi sulit dimengerti  oleh orang sekelilingnya termasuk orangtuanya,  sehingga diapun jengkel dan tantrum.

Gayatri pun meminta agar ketika ada anak  yang tantrum janganlah jadi tontonan. Kalaupun ingin melihat, tidak lebih dari 2 detik saja.

Ketika anak tantrum dan banyak yang melihat, orangtua akan terpojok, begitu juga anak yang tantrum.

Halaman
123
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved