Ganjil Genap

161 Pelanggar Ganjil Genap di 3 Ruas Jalan Jaksel, Sebagian Besar Pilih Surat Tilang Biru

pada pelaksanaan sistem Ganjil-Genap pada sore hari, tercatat ada sebanyak 40 orang pengendara mobil yang melanggar aturan ini.

161 Pelanggar Ganjil Genap di 3 Ruas Jalan Jaksel, Sebagian Besar Pilih Surat Tilang Biru
Istimewa
PETUGAS Kepolisian dan Dinas Perhubungan DKI tengah memeriksa pelanggaran jalur ganjil genap di wilayah Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019). 

"Kebanyakan masih pilih surat tilang biru, padahal kita sudah tawarkan untuk e-tilang, kan lebih gampang, tinggal masukin data pelanggar ke aplikasi.."

"Nah begitu ada notifikasi SMS ke HP (ponsel) pelanggar, pelanggar tinggal bayar pakai e-banking, begitu kita lihat pembayaran sudah masuk, jadi barang sitaan kita langsung serahkan, ngga bertele-tele.."

WALAU telah disosialisasikan dengan baik, Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Lilik Sumardi menyesalkan adanya pelanggar dalam perluasan Sistem Ganjil Genap yang digelar di Jalan Fatmawati Raya hingga Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada hari perdana penerapan, Senin (9/9/2019).

Dalam penindakan pelanggaran Ganjil-Genap pada pagi hari, dirinya mencatat ada sebanyak 121 pengendara yang kena tilang dalam penerapan Ganjil-Genap di tiga ruas jalan, antara lain Jalan Fatmawati Raya, Jalan Panglima Polim dan Jalan Asem Baris Raya.

Sedangkan pada pelaksanaan sistem Ganjil-Genap pada sore hari, pihaknya mencatat ada sebanyak 40 orang pengendara mobil yang melanggar aturan. Jadi total pagi dan malam hari ada 161 pengendara mobil.

121 Orang Kena Tilang Pelaksanaan Perdana Ganjil Genap di Jakarta Selatan

Anies : Implementasi Ganjil Genap Dorong Masyarakat Beralih ke Angkutan Umum

Dishub Sebut Jumlah Pengendara Motor Naik 10 Persen saat Ganjil Genap

Seluruhnya diberikan surat tilang berwarna biru sebagai bukti penyitaan Surat Izin Mengemudi (SIM) maupun Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) milik pelanggar.

"Jadi total seharian Ganjil-Genap ini ada 160 pelanggar, SIM dan STNK-nya kita sita. Harusnya jumlah pelanggar bisa berkurang karena sosialisasi sudah berjalan sebulan penuh," ungkapnya saat dihubungi Senin (9/9/2019) malam.

Pilih surat tilang

Seluruh pelanggar tersebut pun diungkapkan lebih memilih untuk mendapatkan surat tilang ketimbang menyelesaikan perkara lewat e-tilang.

Padahal, e-tilang dapat memangkas birokrasi, mulai dari penyitaan hingga pengambilan SIM ataupun STNK milik pelanggar yang disita aparat Kepolisian.

"Kebanyakan masih pilih tilang biru, padahal kita sudah tawarkan untuk e-tilang, kan lebih gampang, tinggal masukin data pelanggar ke aplikasi," paparnya.

Halaman
1234
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved