Berita Video

VIDEO: Debu Batu Bara Ganggu Masyarakat Marunda, Begini Tanggapan Kasudin LH Jakarta Utara

Pantauan Wartakota, kualitas udara di kawasan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (7/9/2019) nampak dipenuhi dengan debu.

VIDEO: Debu Batu Bara Ganggu Masyarakat Marunda, Begini Tanggapan Kasudin LH Jakarta Utara
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Koalisi Masyarakat Jakarta Utara menggelar aksi demonstrasi di depan PT Karya Citra Nusantara (KCN) pada Sabtu (21/9) lalu terkait polusi udara akibat debu batu bara. 

Polusi debu batu bara yang terjadi atas aktivitas bongkar muat batu bara milik PT Karya Citra Nusantara (KCN) menjadi biang keladi adanya pencemaran udara di kawasan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.

Partikel debu itu lalu terbawa oleh angin ke wilayah pemukiman warga hingga berkilo-kilometer dan mengganggu kesehatan pernapasan masyarakat.

Pantauan Wartakota, kualitas udara di kawasan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (7/9/2019) nampak dipenuhi dengan debu.

Terlihat jalanan penuh debu ditambah dengan cuaca panas serta angin yang berhembus membuat mengganggu para warga setempat.

Beberapa warga saat keluar rumah pun ada yang menggunakan masker agar terhindar dari partikel debu tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Slamet Riyadi, soal debu KCN pihaknya telah bertemu dengan perusahaan terkait untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Kemarin kita sudah memfasilitasi bertemu dengan pihak KCN nya, dengan Pak RW, dengan tokoh masyarakat di situ,” ujar Slamet kepada Wartakota saat dikonfirmasi, Sabtu (7/9/2019).

“Jadi akan ada upaya-upaya dari KCN untuk memperbaiki mekanisme penanganan batu bara nya sehingga tidak menimbulkan debu yang mengganggu lingkungan,” sambung dia.

Bahkan, menurutnya merena akan terus mengevalusi setiap minggu nya dengan mengirimkan tim Wasdal (pengawasan dan pengendalian lingkungan) guna menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Jadi kami terus mengukur kualitas udara yang ada di pabrik itu. Namun, sampai saat ini saya belum dapat laporan soal hasil laboratoriumnya, alat yang sudah dipasang di sana, hasil belum ada,” jelasnya.

Lebih lanjut kata dia, jika polusi debu batu bara itu masih terus mengganggu masyarakat tentu pihak KCN akan mendapatkan teguran secara bertahap.

“Nanti kita ada mekanismenya, ada teguran atau imbauan. Persuasif dulu ke KCN, kita kasih arahan-arahan untuk melakukan perbaikan,” imbuhnya.

Meski demikian, pihaknya juga telah memberikan masukan kepada pihak KCN untuk menutup ruangan batu bara itu dengan sebuah terpal dan selalu disiram air supaya tak berdebu.

“Sudah diminta ruangan batubara itu ditutup semacam terpal atau apalah itu. Jadi kalo kena angin tidak terbawa ke rumah warga dan selalu disiram air juga supaya tidak berdebu,” pungkas Slamet.(M20)

Penulis: Luthfi Khairul Fikri
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved