Audisi Beasiswa Bulutangkis

Terkuak, Ini yang Diinginkan KPAI dari Kegiatan Audisi Beasiswa Bulu Tangkis PB Djarum

Pada prinsipnya KPAI menginginkan unsur-unsur terkait kegiatan promosi rokok dihilangkan dari kegiatan yang melibatkan anak-anak.

Terkuak, Ini yang Diinginkan KPAI dari Kegiatan Audisi Beasiswa Bulu Tangkis PB Djarum
ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/aww
Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan mengenai proses Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 PB Djarum di Purwokerto usai melakukan pertemuan dengan Pemkab Banyumas di Pendopo Bupati Banyumas, Jateng, Senin (9/9/2019). . 

Heboh terkait audisi beasiswa bulu tangkis oleh PB Djarum yang dikritisi oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terus menuai pro-kontra di masyarakat, termasuk di media sosial.

Bahkan, di media sosial telah muncul tagar #BubarkanKPAI ramai direspon oleh warganet.

Namun, KPAI menegaskan, pada prinsipnya komisi tidak ingin menghentikan kegiatan audisi bulu tangkis yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Djarum.

Yang diinginkan KPAI adalah unsur-unsur terkait kegiatan promosi rokok dihilangkan dari kegiatan yang melibatkan anak-anak tersebut.

Usai bertemu dengan Sekretaris Daerah Banyumas Wahyu Budi Saptono di Pendopo Sipanji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (9/9/2019) siang, Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty mengatakan, KPAI tidak ingin menghentikan audisi selama dalam audisi tidak ada eksploitasi terselubung melalui promosi tidak langsung produk rokok.

Dalam kegiatan audisi beasiswa bulu tangkis PB Djarum, menurut dia, anak-anak secara tidak langsung menjadi bagian dari upaya promosi produk rokok.

 Ini Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia Vs Thailand di Ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022

 KISAH Soeharto dan Keluarga Cendana saat G30S/PKI Terjadi, Bu Tien Gelisah dan Mengungsi

 Persebaya Surabaya Mendapat Lima Penolakan

 TPA Bantargebang Disorot Leonardo DiCaprio, Ini Kata Walikota Bekasi

"Kenapa dikatakan sebagai promosi? Karena kalau sudah dipakai, mereka kan berarti tidak ada unsur pajaknya, tidak ada batas waktu sampai kapan dipakai," katanya.

Selain itu, ia menyebut kegiatan audisi itu memuat upaya denormalisasi produk-produk yang berbahaya karena rokok menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan merupakan produk bahaya sehingga ada pembatasan dalam peredaran, promosi, dan interaksi anak-anak.

Ia menjelaskan pula bahwa menurut Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 kegiatan-kegiatan yang disponsori oleh rokok sebetulnya tidak boleh disiarkan secara langsung oleh media.

"Tentu format audisi ini walaupun audisinya tidak kita hentikan tapi harus melakukan penyesuaian yang baru. Atas dasar itu, maka audisi dengan bentuk yang sekarang memang akan diakhiri," katanya.

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved