Audisi Bulutangkis

Petisi Kembalikan Audisi PB Djarum Dapat Respon Positif, Sehari Sudah Lebih 35.000 Penandatangan

Pengembangan bakat anak dibilang eksploitasi anak. Jadi kalian itu lebih suka ngelihat anak kecil main moba analog bacot2an

Petisi Kembalikan Audisi PB Djarum Dapat Respon Positif, Sehari Sudah Lebih 35.000 Penandatangan
Change.org
Petisi KEMBALIKAN AUDISI PB DJARUM memperoleuh dukungan cepat, belum 24 jam sudah lebih dari 35.000 penandatangan. 

Penandatangan Petisi  Kembalikan Audisi PB Djarum terus bertambah.

Petisi tersebut muncul setelah PB Djarum tiba-tiba menghentikan audisi yang telah berlangsung lebih dari 20 tahun.

Belakangan diketahui penyebabnya adalah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menuding bahwa audisi tersebut mengekspolitasi anak.

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2019
Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2019 (PB Djarum)

Tuduhan tersebut dianggap pembuat petisi sebagak tidak berdasar.

Setelah sehari dibuat tercatat hingga berita ini diturunkan petisi tersebut telah ditandatangani 

Hingga berita ini diturunkan tercatat sebanyak 10.581 orang yang ikut menandatangani petisi yang dibuat Davin Arkana.

Audisi PB Djarum yang telah berlangsung sejak tahun 2006 itu melahirkan sejumlah atlet bulutangkis dunia seperti Tontowi Ahmad dan Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Diklaim sebagai Digital SLR Tercanggih, Kamera DSLR Nikon D6 Akan Diluncurkan

Keluar dari Penjara Vanessa Angel Kebanjiran Job, Begini Saat Ditanya Bayarannya

Senggolan saat Dangdutan, Dua Pria Tewas Dikeroyok di Arenjaya Bekasi

Mereka sering kali membawa harum nama Indonesia di pentas bulutangkis internasional.

Penutupan audisi bulutangkis PB Djarum secara tidak langsung KPAI menutup kemungkinan lahirnya atlet-atlet bagus dan berkualitas.

Petisi tersebut memang dibuat untuk mengkritisi kinerja KPAI yang dianggap melakukan pembiaran terhadap tayangan sinetron yang tak pantas ditiru anak-anak.

Kapal Alat Berat untuk Ibu Kota Baru Dikabarkan Tenggelam di Perairan Sampit, Ini yang Terjadi

Halaman
1234
Penulis: Wito Karyono
Editor: Wito Karyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved