Berita Depok

Pemkot Depok Evaluasi Jumlah Penduduk Meningkat, Mahasiswa atau Urbanisasi Penyebabnya

Terakhir pertumbuhan populasi penduduk di Kota Depok mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Pemkot Depok Evaluasi Jumlah Penduduk Meningkat, Mahasiswa atau Urbanisasi Penyebabnya
Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna 

Namun Pradi mengingatkan, program tersebut hanya diperuntukan bagi mereka-

mereka yang telah mengantongi KTP Depok.

"Kami tentunya menitik beratkan perhatian ke penduduk yang sudah punya identitas,

ini yang jadi prioritas kami kedepannya," papar Pradi.

Sejumlah anak tengah bermain di Taman Terpadu Ramah Anak (TTRA) di Taman Tidore, Cideng, Jakarta Pusat, Minggu (10/5).
Sejumlah anak tengah bermain di Taman Terpadu Ramah Anak (TTRA) di Taman Tidore, Cideng, Jakarta Pusat, Minggu (10/5). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Kota Depok Jadi Kota Layak Anak

Sebelumnya Wartakotalive melaporkan Pemerintah Kota Depok tengah berupaya mewujudkan Kota Depok

menjadi Kota Layak Anak.

Alhasil Pemerintah Kota Depok melalui Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Somad berikan imbauan.

Imbauan tersebut, yakni keberadaan Ondel-Ondel di Kota Depok yang dijadikan alat mengamen tidak lagi

melibatkan anak-anak.

Sejumlah ondel-ondel sedang beraksi di Jalan Kramat Pulo kawasan kampung Ondel-ondel, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019).
Sejumlah ondel-ondel sedang beraksi di Jalan Kramat Pulo kawasan kampung Ondel-ondel, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019). (Wartakotalive.com/Angga Bhagya Nugraha)

Hal itu, juga diutarakan oleh Kasatpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny.

Ia mengatakan, sesuai imbauan Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Somad, dalam waktu dekat ondel-

ondel di Kota Depok bakal ditertibkan Satpol PP.

"Ondel-Ondel dimanapun, kalau memerkejakan anak, itu kami larang karena sudah masuk pada eksploitasi

anak," ujar Lienda kepada wartawaan saat ditemui di Balai Kota Depok, Jalan Margonda Raya, Pancoran Mas,

Kota Depok, Jumat (6/9/2019).

Lienda mengatakan, penertiban itu berdasar Peraturan Daerah yang melarang memerkerjakan anak di bawah umur.

"Tapi kalau Ondel-Ondelnya di taman ya enggak apa-apa asal jangan anak-anak apalagi sampai mengganggu ketertiban," papar Lienda.

Namun jika Ondel-Ondel yang kerap dijadikan alat untuk ngamen ini berada di jalan-jalan, Lienda mengatakan

pihaknya tak akan sungkan untuk melakukan penertiban.

"Misal ada di mal, ya enggak masalah, di mal kan juga suka ada robot-robotan tapi itu semua kan sifatnya resmi,

untuk menghibur dan enggak mengganggu," kata Lienda.

Penertiban ini dikatakan Lienda terfokus pada perlindungan anak serta kepentingam umum sehingga jika dua

hal ini dilanggar, maka Satpo PP akan menindak tegas.

Sejauh ini, Lienda mengaku pihaknya tengah menginventarisir grup Ondel-Ondel yang ada di Kota Depok mana

saja yang memperkerjakan anak.

"Saat ini kami baru mendapati satu grup, sudah kami lakukan pendekatan secara persuasif," papar Lienda.

Wanita yang akrab di sapa Bunda ini juga ajak masyarakat untuk berikan informasi ke pihaknya.

Apabila mengetahui keberadaan grup Ondel-Ondel yang melanggar Perda tentang anak dan mengganggu ketertiban.

"Kami tentunya dalam menertibkan harus sesuai Protap (Prosedut Tetap) tidak bisa sembarangan main angkut," ujar Lienda.

Menurut Lienda tidak hanya Ondel-Ondel.

Segala macam usaha yang gunakan anak sebagai karyawan atau pekerjanya, masuk di dalam daftar penertiban

yang dilakukan Satpol PP Kota Depok demi terwujudnya Kota Layak Anak.

Sekarang ini Lienda mengaku pihaknya memang sedang menuju kota layak anak.

Sehingga hal-hal yang berbau eksploitasi ataupun kejadian yang menjadikan anak sebagai korban tengah di benahi.

"Jadi, kalau di berita-berita mengatakan Depok belum bisa dikatakan sebagai kota layak anak ya"

"memang karena kami sedang menuju, bukannya menetapkan bahwa kami ini (Depok) layak anak," kata Lienda.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved