Berita Video

VIDEO: Dangkal dan Penuh Sampah, Kali Pulo Bakal Dikuras

"Tanggul Kali Pulo yang itu terkenal dengan nama Tanggul Baswedan, nah itu sepanjang spot-spot ada kira-kira hampir satu kilo

VIDEO: Dangkal dan Penuh Sampah, Kali Pulo Bakal Dikuras
Warta Kota/Dwi Rizki
Kondisi Kali Pulo, tepatnya di Jalan Joe, tepatnya sebelah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 09 Kebagusan, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Jumat (6/9/2019). 

Buruknya kondisi Kali Pulo yang membelah wilayah Jagakarsa hingga Pasar Minggu, Jakarta Selatan saat ini ditegaskan Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Robert bakal ditindaklanjuti pihaknya lewat pengurasan.

Langkah tersebut katanya bertujuan untuk menambah kapasitas tampung Kali Pulo yang diketahui kini dangkal dan penuh sedimentasi.

Terlebih banyaknya sampah yang mengendap dan menambah pendangkalan kali.

"Saya punya celengan, nah mumpung musim kemarau, saya nggak bosen-bosen bilang ke seksi (pemeliharaan) dan sepuluh Satpel (Satuan Pelaksana Kecamatan), ayo kita kuras semua saluran yang ada di wilayah Jakarta Selatan," ungkapnya ditemui di kantornya pada Jumat (6/9/2019).

Lebih lanjut dipaparkannya, khusus di wilayah hilir Kali Pulo, meliputi wilayah Jatipadang, tepatnya mulai dari Tanggul Baswedan hingga ke arah Kebagusan, Robert menegaskan pihaknya akan melakukan penurapan. Sehingga apabila musim penghujan tiba, wilayah rawan banjir tersebut bisa bebas banjir.

"Tanggul Kali Pulo yang itu terkenal dengan nama Tanggul Baswedan, nah itu sepanjang spot-spot ada kira-kira hampir satu kilo (kilometer) akan kami turap. Bahasa kasarnya saya nggak mau, bukan nggak mau pak Gub (Anies Rasyid Baswedan) ke lapangan lagi, maunya ketika pak Gub turun ke lapangan, yang bukannya musibah, itu cita-cita saya," jelas Robert.

"Itu jadi sekarang semuanya lagi kerja," tambahnya.

Terkait adanya sampah hingga pembuangan limbah yang menyebabkan kali menjadi kotor, Robert meminta masyarakat untuk melaporkan kejadian. Hal tersebut menurutnya sangat efektif, mengingat luas wilayah dan banyaknya permasalahan yang terjadi terkait kerusakan hingga upaya pencegahan banjir yang tengah dikerjakan pihaknya.

"Baiknya saya senang dengan warga Jakarta Selatan, kira-kira sekitar seminggu yang lalu itu saya disurati (mendapatkan laporan), langsung saya tindak lanjuti, walaupun ada yang bilang, 'pak ini kan surat tidak ada kop atau dari RT/RW'. Saya bilang tidak, sepanjang dia warga, itu hampir mirip seperti CRM (aplikasi layanan masyarakat), jadi harus segera di TL (Tindak Lanjuti)," jelasnya.

Bau Busuk

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved