Perkantoran di CBD Jakarta Tembus 770 Hektare Hingga Tahun 2023

Dengan pasokan sekarang yang mencapai 6,6 juta meter persegi, maka empat tahun lagi perkantoran di kawasan ini dapat mencapai 7,7 juta meter persegi.

Perkantoran di CBD Jakarta Tembus 770 Hektare Hingga Tahun 2023
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Kondisi kawasan perkantoran di Kuningan yang masuk ke kawasan bisnis Segitiga Emas (Sudirman-Thamrin-Kuningan) di Jakarta. 

Komitmen sewa untuk ruang perkantoran baru dalam jangka pendek diprediksi masih berasal dari perusahaan fintech, seperti e-wallet dan e-commerce yang diperkirakan masih akan terus berkembang.

Selain itu, perusahaan start-up unicorn dan operator ruang kerja bersama atau co-working space diperkirakan juga akan cukup ekspansif mencari ruang perkantoran baru di kawasan ini. 

 WARTA KOTA, PALMERAH--- Hingga tahun 2023, ruang perkantoran di kawasan pusat bisnis atau central business district (CBD) Jakarta diprediksi akan tumbuh hingga 1,1 juta meter persegi.

Dengan pasokan sekarang yang mencapai 6,6 juta meter persegi, maka empat tahun lagi perkantoran di kawasan ini dapat mencapai 7,7 juta meter persegi atau 770 hektare.

"Hampir 40 persen dari tambahan pasokan masa depan berada di daerah Kuningan. Sedangkan Sudirman, Thamrin dan Gatot Subroto masing-masing mengalami pertumbuhan 35 persen, 15 persen dan 10 persen," kata Head of Research and Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus dalam laporan tertulis seperti dikutip Kompas.com, Jumat (6/9/2019).

Dari sisi kualitas, gedung perkantoran kelas A masih tetap mendominasi pasokan yang akan datang yakni sekitar 56 persen.

Sedangkan perkantoran kelas premium dan kelas B masing-masing menyumbang 31 persen dan 12 persen dari pipe line yang ada. 

"Selera penyewa perkantoran premium dan grade A akan terus tumbuh pada masa yang akan datang, akibat persaingan harga sewa yang lebih kompetitif pilihan ruang perkantoran yang lebih banyak," kata Anton.

Komitmen sewa untuk ruang perkantoran baru dalam jangka pendek diprediksi masih berasal dari perusahaan fintech, seperti e-wallet dan e-commerce yang diperkirakan masih akan terus berkembang.

Meski demikian, dari sisi preferensi pemilihan lokasi berbeda-beda. 

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved