Berita Video

VIDEO: Normalisasi Ciliwung Dilanjutkan Tahun Ini

Sheet pile berbahan beton sepanjang sembilan meter itu dibiarkan bertumpuk hingga ditumbuhi rumput dan ilalang.

VIDEO: Normalisasi Ciliwung Dilanjutkan Tahun Ini
Warta Kota/Dwi Rizki
Mangkraknya proyek Normalisasi Kali Ciliwung menyebabkan banyak material, seperti buis beton atau gorong-gorong maupun sheet pile beton berukuran besar teronggok di pinggir Kali Ciliwung, saat ini. 

Harapan sejumlah warga bantaran Kali Ciliwung untuk pindah ke dalam Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pengadegan semakin dekat. Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta bakal melanjutkan proyek normalisasi Kali Ciliwung, termasuk pembebasan lahan milik warga.

Harapan itu disampaikan Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Juaini usai bersilaturahmi dengan jajaran Suku Dinas SDA Jakarta Selatan di kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (6/9/2019).

Diakuinya, normalisasi Kali Ciliwung yang senyatanya merupakan langkah pencegahan banjir Ibu Kota itu sempat mangkrak beberapa tahun belakangan. Namun, usai dibahas dalam rapat pimpinan, pihaknya akan melanjutkan normalisasi, khususnya pembebasan lahan.

"Kalau pembebasan lahan, sekarang ini di Ciliwung kita lagi proses, tunggu Penlok (Penetapan Lokasi) dari pak Gubernur. Itu untuk Ciliwung ada empat kelurahan yang rencananya akan kita bebasin, dari empat kelurahan itu ada 118 bidang, sementara lagi menunggu proses, kalau itu sudah ditandatangani langsung kita bayarkan," jelasnya.

Sejalan dengan normalisasi Kali Ciliwung, pihaknya telah melakukan pencegahan banjir lewat pengurasan waduk, sungai, Saluran Penghubung (PHB) hingga saluran mikro yang ada di permukiman warga.

"Nah jelang musim hujan, kita sudah instruksikan seluruh jajaran Sumber Daya Air, kalau di Dinas (SDA) ya menguras waduk-waduk dan sungai-sungai yang sekarang ini kelihatan kering. Jadi agak lebih mudah kita menguras lumpur-lumpur yang ada," jelas Juaini.

"Kemudian jajaran untuk di Sudin sendiri sampai di tingkat kecamatan mereka juga sudah melakukan pengurasan-pengurasan sampah saluran mikro yang ada di dalam pelosok-pelosok kampung itu. Karena dari situ dulu, nanti ke PHB langsung ke sungai-sungai besar. Jadi diharapkan musim hujan saluran kita udah bersih dari lumpur-lumpur," tambahnya.

Selain itu, pihaknya telah memastikan seluruh rumah pompa dapat beroperasi dengan baik. Sehingga apabila memasuki musim hujan, seluruh pompa dapat menguras genangan di sejumlah titik wilayah rawan banjir.

"Begitu juga dengan kondisi pompa, kita juga sudah instruksikan untuk saat ini, pompa-pompa yang mungkin ada yang rusak sudah kita minta perbaiki, supaya nanti jika waktunya sudah musim hujan semuanya sudah siap, standby," jelasnya.

Mangkrak

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved