Pencemaran Lingkungan

Polusi Batu Bara KCN Resahkan Masyarakat Jakarta Utara

Polusi debu batu bara yang terjadi atas aktivitas bongkar muat batu bara milik PT Karya Citra Nusantara (KCN) menjadi biang keladi adanya pencemaran u

Polusi Batu Bara KCN Resahkan Masyarakat Jakarta Utara
Warta Kota/Luthfi Khairul Fikri
Kondisi udara di kawasan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (7/9/2019). 

Polusi debu batu bara yang terjadi atas aktivitas bongkar muat batu bara milik PT Karya Citra Nusantara (KCN) menjadi biang keladi adanya pencemaran udara di kawasan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. 

Partikel debu itu lalu terbawa oleh angin ke wilayah pemukiman warga hingga berkilo-kilometer dan mengganggu kesehatan pernapasan masyarakat.

Bahkan, bisa mengakibatkan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mengancam siapa saja yang menghirup udara mengandung partikel dari batu bara.

Pantauan Warta Kota, kualitas udara di kawasan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (7/9/2019) nampak dipenuhi dengan debu.

Terlihat jalanan penuh debu ditambah dengan cuaca panas serta angin yang berhembus membuat mengganggu para warga setempat.

Petugas Jasa Marga Jelaskan Fungsi Batu Besar di Tol Cipularang, Mbah Mijan Rasakan Gerbang Gaib

Begini Awal Mula Oknum Polisi Selingkuh dengan Istri Rekan Bisnisnya Hingga Kepergok Tanpa Busana

DISERTASI Zina Halal,Cerita Lengkap Abdul Azis Terkait Alasan Penulisan hingga Kisah Tragis Keluarga

SOSOK Misterius Pria Bertopi Hitam Berjaket Cokelat Berkeliaran di Tol Cipularang, Begini Kata Warga

Beberapa warga saat keluar rumah pun ada yang menggunakan masker agar terhindar dari partikel debu tersebut.

Salah satu warga bernama Irma Setiani (45) mengaku bahwa memang polusi udara ini sangat mengganggu.

“Iya tentu kami warga disini memang merasa terganggu,” ujar Irma kepada Wartakota, Sabtu (7/9/2019).

Dirinya pun berharap partikel debu ini bisa segera teratasi agar ia dan keluarganya serta warga lainnya juga terhindar dari penyakit.

“Semoga cepet diselesaikan aja, biar gak mengganggu aktivitas kami juga, karena ini lumayan kan cukup bahaya,” tutur dia.

WANITA Ajaib dari India, Sudah Menopause Usia 74 Tahun Bisa Lahirkan Bayi Kembar, Inilah Rahasianya

Petani Temukan Ular Piton Lemas dengan Perut Membesar Hingga Memuntahkan Benda Ini

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Jakarta Utara turut meminta pihak perusahaan yang bersangkutan untuk menghentikan segala aktivitas yang membuat polusi debu itu muncul.

“Hentikan seluruh operasional bongkar muat batu bara di pelabuhan tersebut karena sangat membahayakan,” tegas Kordinator Koalisi Masyarakat Jakarta Utara, Laode Kamaludin dalam keterangan pers.

Partikel debu hitam dari batu bara tersebut, kata dia, sangat mudah dijumpai di kendaraan dan rumah warga di dekat PT KCN. 

Hendropriyono Sebut Referendum Papua Hoaks, Cuma Ada bagi Negara yang Belum Berdaulat

SIMAK! Dua Jenderal (Purn) TNI Jebolan Kopassus Turun Tangan Tangani Kasus Papua

Bahkan, pada musim angin Barat jumlah partikel batu bara yang terbang ke arah pemukiman warga akan bisa semakin parah. (M20)

Penulis: Luthfi Khairul Fikri
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved