Ganjil Genap

MENJERIT! Kios Pedagang Nasi Kapau dan Lemang Dipersempit Tak Ada Parkir Akibat Ganjil Genap

Pedagang Nasi Kapau dan Lemang yang berjualan di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, kecewa kebijakan Pemkot Jakpus yang memperlebar trotoar.

Warta Kota/Rangga Baskoro
JP 34 tempat pedagang nasi kapau dan lemang yang terkena imbas proyek pelebaran trotoar, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (7/9/2019). 

Pedagang Nasi Kapau dan Lemang yang berjualan di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, kecewa lantaran kebijakan Pemkot Jakarta Pusat memperlebar trotoar di lokasi tempat mereka berdagang.

Hal itu berimbas pada menyempitnya luasan kios setelah proyek pelebaran trotoar rampung sekira dua bulan mendatang.

"Yang saya denger itu di Kantor Kecamatan Senen pas rapat, trotoar dimajuin 2 meter, jadi lebarnya 4 meter. Tapi kios kita jadinya lebih kecil sedikit," kata Nia seorang pedagang Nasi Lemang di lokasi, Sabtu (7/9/2019).

Ia bersama pedagang lain mengeluhkan ha tersebut. Pasalnya, pelebaran kios akan mempersemit bahu jalan yang biasanya digunakan sebagai area parkir.

"Masalahnya mereka juga enggak tahu ini parkir mobil nantinya bagaimana. Kan yang datang ke sini rata-rata pada bawa mobil semua," tuturnya.

Petugas Jasa Marga Jelaskan Fungsi Batu Besar di Tol Cipularang, Mbah Mijan Rasakan Gerbang Gaib

Begini Awal Mula Oknum Polisi Selingkuh dengan Istri Rekan Bisnisnya Hingga Kepergok Tanpa Busana

DISERTASI Zina Halal,Cerita Lengkap Abdul Azis Terkait Alasan Penulisan hingga Kisah Tragis Keluarga

SOSOK Misterius Pria Bertopi Hitam Berjaket Cokelat Berkeliaran di Tol Cipularang, Begini Kata Warga

Terlebih lagi, penerapan sistem ganjil genap mulai diberlakukan pada Senin (9/92019) mendatang.

Jalan Kramat Raya menjadi salah satu ruas jalan yang tetap terkena sistem ganjil genap meski Dishub DKI Jakarta membatalkan pemberlakukan di Jalan Salemba Raya.

Padahal cukup banyak pembeli yang datang ke tempat kuliner tersebut saat jam sistem ganjil genap diberlakukan pada pukul 16.00-21.00 WIB.

"Bener-bener deh saya. Sudah mah kita enggak boleh dagang dulu sampe 2 bulan, kalau sudah jadi (proyek) parkir mobil kagak ada, udah gitu kena ganjil genap lagi di sini. Susah jadi orang kecil," keluh Nia.

WANITA Ajaib dari India, Sudah Menopause Usia 74 Tahun Bisa Lahirkan Bayi Kembar, Inilah Rahasianya

Petani Temukan Ular Piton Lemas dengan Perut Membesar Hingga Memuntahkan Benda Ini

Keluhan juga disampaikan oleh seorang pedagang Nasi Kapau bernama Emi.

Tak adanya solusi terhadap lahan parkir menyebabkan para pedagang resah apabil kembali berjualan setelah proyek rampung.

"Yang datang ke sini itu pejabat-pejabat DPR. Biasanya yang baru turun dari bandara. Terus mampir. Terkenal di sini mah, sudah dari puluhan tahun lalu," ucap Emi.

Ia pun meminta agar Pemkot Jakarta Pusat memberikan lahan parkir yang memadai ketika proyek pelebaran trotoar rampung dan sistem ganjil genap diberlakukan.

Hendropriyono Sebut Referendum Papua Hoaks, Cuma Ada bagi Negara yang Belum Berdaulat

SIMAK! Dua Jenderal (Purn) TNI Jebolan Kopassus Turun Tangan Tangani Kasus Papua

"Kalau bisa sih ya ada lahan parkir buat mobil-mobil. Percuma kalau tempat bagus tapi enggak bisa parkir. Enggak bakalan ada yang datang," harapnya. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved