Berita Video

VIDEO: Ribuan Handphone Rekondisi Disita di Tangerang, Polisi Ingatkan Tidak Tergiur Barang Murah

diamankan 14 orang yang terlibat dalam pembuatan handphone bekas menjadi baru kembali, empat di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) asal Cina

VIDEO: Ribuan Handphone Rekondisi Disita di Tangerang, Polisi Ingatkan Tidak Tergiur Barang Murah
Warta Kota
Gudang perakitan handphone rekondisi digerebek oleh Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota di Ruko De Mansion Blok B 16 dan B 9, Pinang, Kota Tangerang, Kamis (5/9/2019). 

Gudang perakitan handphone rekondisi digerebek oleh Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota di Ruko De Mansion Blok B 16 dan B 9, Pinang, Kota Tangerang, Kamis (5/9/2019).

Dalam penggerebakan itu, diamankan 14 orang yang terlibat dalam pembuatan handphone bekas menjadi baru kembali, empat di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) asal Cina.

Ditemukan juga ribuan handphone yang sedang dalam pengerjaan rekondisi maupun yang siap untuk dijual dengan bebagai merek, di antaranya adalah Iphone, Xiao Mi, Oppo, Samsung, dan Nokia.

"Pelaku melakukan perakitan telepon seluler merek itu dengan bebagai tipe dari telepon yang sudah rusak, kemudian direkondisi seperti baru lagi yang kemudian dijual seolah-olah telepon selular baru," ujar Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Abdul Karim di lokasi, Jumat (6/9/2019).

Lebih lanjut dijelaskan Karim, terdapat dua ruko yang digunakan komplotan itu, ruko B 16 digunakan untuk melakukan perakitan dan ruko B 9 untuk melakukan quality control dan pengemasan sebelum dijual.

"Pelaku memperdagangkan telepon selular rekondisi itu ke seluruh wilayah di Indonesia dengan cara berjualan secara online atau kepada toko-toko penjual telepon ke seluruh wilayah di Tangerang," tambahnya.

Bahan baku berupa handphone rusak ini didatangkan dari Cina yang dikirim melalui jalur laut dengan ditempatkan pada box kontainer.

Pantauan Warta Kota, di ruko B 16 yang berjumlah tiga lantai itu tampak berbagai perkakas maupun tumpukan handphone yang diduga akan direkondisi serta LCD, batre, charger, dan lainnya.

Empat WNA yang terjaring diketahui bertindak sebagai pengawas dan penanggung jawab dari gudang perakitan handphone rekondisi itu.

Para pelaku yang menjual barang bekas tampa informasi lengkap dan tidak memiliki izin itu dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 62 juncto Pasal UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 104 juncto Pasal 6 ayat (1) UU RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan atau Pasal 47 juncto Pasal 11 ayat (1) UU RI Nomor 36 tentang Telekomunikasi.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved