Berita Video

VIDEO: Melihat Tempat Pelatihan Anjing K-9 yang Bantu Polisi Dalam Pengungkapan Kasus

Mereka dilatih ketangkasan dengan cara melewati halang rintang beserta ketajaman insting penciuman saat berjalan zig-zag.

VIDEO: Melihat Tempat Pelatihan Anjing K-9 yang Bantu Polisi Dalam Pengungkapan Kasus
Warta Kota
Tempat pelatihan anjing di Mako Unit Satwa K-9 Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (6/9). 

Anjing merupakan hewan yang dikenal memiliki tingkat intelijitas tinggi. Oleh sebab itu, kepolisian di berbagai negara menggunakan anjing ras tertentu dalam pengungkapan kasus, termasuk Unit Satwa K-9 Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya.

Terdapat kurang lebih 35 anjing yang siap membantu polisi yang menjaga keamanan di wilayah sekitar Jabodetabek.

Mereka berasal dari ras anjing tertentu seperti Helder, Golden Retriever, Labrador Retriever, Dobermen, Malinois Belgia dan Rottweiler.

"Di lahan seluas kurang lebih 800 meter persegi ini lah tempat kami merawat dan melatih anjing-anjing pekerja. Terkadang, kalau ada kasus, kami diminta untuk membantu," kata Kanit Satwa Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya Iptu Sakiman saat ditemui di Mako Unit Satwa K-9 Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (6/9).

Terdapat halaman di tengah lokasi yang digunakan sebagai sarana pelatihan anjing. Sedangkan kandang ditempatkan di pinggir kanan.

Kandang-kandang tersebut diberi papan informasi sebagai tanda pengenal yang bertuliskan nama anjing, jenis anjing dan nama pawang utama yang biasa melatih mereka.

Cukup banyak anjing yang diletakkan di dalam kandang lantaran mereka sangat sensitif dengan kehadiran orang baru. Hanya ada 2 ekor saja yang di tempatkan di halaman, yakni anjing berjenis Golden Retriever bernama Axel dan Doberman bernama Tayo.

"Mereka cukup sensitif ya. Makanya meski di dalam kandang, kalau mendekat, mereka langsung gong-gong. Kalau sama petugas sudah biasa, mereka enggak akan gong-gong," jelasnya.

Dalam sehari, 30 ekor anjing itu menjalani latihan bersama selama tak lebih dari 60 menit. Sedangkan 5 ekor lainnya masih dalam persiapan menggantikan anjing-anjing yang sudah tua.

Mereka dilatih ketangkasan dengan cara melewati halang rintang beserta ketajaman insting penciuman saat berjalan zig-zag.

"Kalau latihan berbarengan, tidak perlu lama-lama. Soalnya kalau kita ikutin maunya anjing, ya dia pasti inginnya main terus. Kalau main terus dia cepat bosan dan letih. Jadi harus kita yang kontrol. Kalau anjing rumahan tidak apa-apa kita ajak main terus. Kalau ini tidak bisa," ujarnya.

Dalam sehari, mereka diberi makan sebanyak dua kali, yakni pagi dan sore hari. Membutuhkan sebanyak kurang lebih 10 kilogram makanan anjing sebagai asupan energi 35 anjing tersebut.

"Selain makanan anjing, kami juga berikan daging kaleng, susu dan terkadang puding sebagai asupan tambahan," tutur Sakiman. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved