Pembunuhan Munir

Tidak Punya Dosa Masa Lalu, Ini yang Buat Jokowi Sulit Tuntaskan Kasus Munir

Selama 15 tahun dalang pembunuhan Munir masih bebas dan tidak diadili. Dari SBY hingga Jokowi tidak sanggup mengusut tuntas pembunuhan politik itu.

Tidak Punya Dosa Masa Lalu, Ini yang Buat Jokowi Sulit Tuntaskan Kasus Munir
Huffington Post
Keadilan untuk Cak Munir. Siapa pembunuhnya? 

Pernah sebut tidak punya dosa masa lalu, namun hingga kini konspirasi pembunuhan aktivis Munir Said Thalib belum juga bisa terselesaikan di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selama 15 tahun dalang pembunuhan Munir masih bebas tanpa diadili.

Dari era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Presiden Jokowi tidak dapat bongkar dalang pembunuhan Munir.

Mantan Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Munir, Usman Hamid tanggapi mandeknya kasus pembunuhan Munir.

Dalang Pembunuhan Munir Tak Pernah Terkuak Hingga Buat Presiden Tidak Berkutik

Usman menduga dalang pembunuhan Munir ialah orang kuat yang dapat mengacak-acak stabilitas negara sehingga membuat dua Presiden tidak berkutik dalam menyelesaikan kasus tersebut.

“Pertama karena Pak Jokowi punya prioritas pembangunan ekonomi, pembangunan ekonomi di berbagai negara, selalu membutuhkan stabilitas keamanan,” kata Usman dalam acara Rosi yang diunggah Youtube Kompas Tv pada Jumat (6/9/2019).

Oleh karenanya kata Usman, membongkar kasus pembunuhan politik seperti kasus Munir dapat dianggap menimbulkan kegaduhan dan instabilasi politik.

Peringati 500 Hari Penyiraman Air Keras, KPK Samakan Novel Baswedan dengan Munir

Hal itu kata Usman, sempat terjadi di era SBY dimana banyak gangguan keamanan saat kasus Munir tengah disidik oleh TPF.

“Beberapa kali di masa SBY, ketika kasus Munir dijalankan banyak sekali gangguan politiknya, entah itu peledakan bom, entah itu intimidasi,” kata Usman.

Bahkan jelas Usman saat persidangan banyak hakim diintimidasi yang ia duga sebagai pemicu dari pembebasan salah satu terdakwa pembunuh Munir Mantan Danjen Kopassus Muchdi PR.

Halaman
123
Penulis: Desy Selviany
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved