Kecelakaan

Sejumlah 311 Perlintasan Tak Resmi Ditutup KAI dengan Tercatat Sebanyak 260 Kecelakaan di Tahun 2019

Sepanjang tahun 2018 sampai 2019, ada sebanyak 311 perlintasan tidak resmi telah KAI tutup.

Sejumlah 311 Perlintasan Tak Resmi Ditutup KAI dengan Tercatat Sebanyak 260 Kecelakaan di Tahun 2019
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Diskusi 'Perlintasan Sebidang Tanggung Jawab Siapa?' di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, diselenggarakan PT KAI, Jumat (6/9/2019). 

PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) menyebut telah menutup sebanyak 311 perlintasan tidak resmi.

Hal tersebut sebagai upaya untuk mengurangi kecelakaan dan meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta api.

"Sepanjang tahun 2018 sampai 2019, sebanyak 311 perlintasan tidak resmi telah KAI tutup," kata Edi Sukmoro, Direktur Utama KAI, dalam diskusi 'Perlintasan Sebidang Tanggung Jawab Siapa?', di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2019).

Apalagi, lanjut Edi, selama 2019 telah terjadi sebanyak 260 kali kecelakaan di jalur kereta api. Sebanyam 76 orang pun meninggal dalam kasus tersebut.

"Tingginya angka kecelakaan, juga karena tidak sedikit pengendara tetap nekat melintas meski sudah ada peringatan melalui rambu dinperlintasan tersebut," katanya.

Ada Wajah Bayi Kembar di Lutut Gadis yang Awalnya Dianggap Tidak Wajar Kemudian Malah Bangga

Pria Terus Diserang Burung Gagak Tiap Hari dalam Kurun 3 Tahun Meski Dia Menyelamatkan Seekor Burung

Pertunjukan Gajah Dinilai Hiburan yang Sayang Dilewatkan Meski Sedikit yang Tahu Gajah Itu Disakiti

Diskusi 'Perlintasan Sebidang Tanggung Jawab Siapa?' di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, diselenggarakan PT KAI, Jumat (6/9/2019).
Diskusi 'Perlintasan Sebidang Tanggung Jawab Siapa?' di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, diselenggarakan PT KAI, Jumat (6/9/2019). (Warta Kota/Mohamad Yusuf)

Namun, Edi mengakui bahwa pihaknya kerap mendapatkan penolakan dari masyarakat ketika hendak melakukan penutupan perlintasan sebidang tersebut.

Karena itu, menurutnya, dalam menyelesaikan permasalahan tersebut membutuhkan peran banyak pihak.

"Dalam kondisi tersebut, diperlukan langkah untuk mencari jalur alternatif bagi masyarakat. Dimana harus disolusikan bersama oleh pemerintah pusat atau daerah," kata Edi.

Sementara itu, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Zulfikri, mengatakan saat ini jalur kereta api yang sudah dibangun secara total mencapai 989 kilometer.

Suasana perlintasan sebidang di dekat Ruko Ampera, Bekasi Timur, Kota Bekasi beberapa waktu lalu. Perlintasan sebidang rawan terjadi kecelakaan karena tidak dijaga petugas resmi dan sejumlah peralatan yang mendukung untuk mengetahui kedatangan kereta api.
Suasana perlintasan sebidang di dekat Ruko Ampera, Bekasi Timur, Kota Bekasi beberapa waktu lalu. Perlintasan sebidang rawan terjadi kecelakaan karena tidak dijaga petugas resmi dan sejumlah peralatan yang mendukung untuk mengetahui kedatangan kereta api. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Namun, dengan penambahan jalur kereta api tersebut, maka juga menimbulkan resiko lain di perlintasan sebidang.

"Potensi terjadi masalah di perlintasan sebidang juga semakin besar," katanya.

Zukfikri mengatakan bahwa total terdapat 4.854 perlintasan sebidang. Dari total tersebut sebanyak 1.238 perlintasan sebidang yang dijaga.

"Sisanya, 2.046 perlintasan sebidang yang tidak dijaga, dan 1.570 perlintasan sebidang yang ilegal," katanya.

Diryan (55) alias Kopral, penjaga perlintasan sebidang rel kereta api Proyek, Bekasi Timur yang kondang dengan gerakan silatnya.
Diryan (55) alias Kopral, penjaga perlintasan sebidang rel kereta api Proyek, Bekasi Timur yang kondang dengan gerakan silatnya. (Kompas.com)

Evaluasi Sosialisasi Sistem Ganjil Genap Menunjukkan Hasil Positif dengan Kemacetan yang Berkurang

Dukun Santet yang Gagal Membunuh Ayah dan Anak Masih Belum Tertangkap sedang dalam Pengejaran Polisi

Video Fahri Hamzah Ungkap KPK Lembaga Hiburan Bukan Pemberantas Korupsi dan UU KPK Pun Disetujui DPR

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved