Kecelakaan

Langkah yang Dilakukan Kemenhub Terkait Tingginya Angka Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api

Di lapangan masih banyak ditemui perlintasan sebidang yang tidak sedikit jumlahnya. Sehingga menjadi faktor kerawanan tersendiri.

Langkah yang Dilakukan Kemenhub Terkait Tingginya Angka Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Ilustrasi. Suasana perlintasan sebidang di dekat Ruko Ampera, Bekasi Timur, Kota Bekasi beberapa waktu lalu. Perlintasan sebidang rawan terjadi kecelakaan karena tidak dijaga petugas resmi dan sejumlah peralatan yang mendukung untuk mengetahui kedatangan kereta api. 

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan beberapa langkah untuk meminimalkan tingkat kecelakaan pada jalur perlintasan kereta api.

Di mana saat ini jumlah kecelakaan yang terjadi cukup tinggi.

"Dalam Undang-Undang 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, disebutkan bahwa perpotongan antara jalur kereta api dengan jalan, yang disebut sebagai perlintasan sebidang seharusnya dibuat tidak sebidang."

"Kecuali, bersifat sementara," kata Djoko Sasono, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub), saat membacakan keynote speech Kemenhub, Budi Karya Sumadi, dalam diskusi 'Perlintasan Sebidang Tanggung Jawab Siapa?' di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2019).

Pengecualian, lanjut Djoko, terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud, hanya dapat dilakukan dengan tetap menjamin keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api dan lalu lintas jalan.

Sejumlah 311 Perlintasan Tak Resmi Ditutup KAI dengan Tercatat Sebanyak 260 Kecelakaan di Tahun 2019

Dukun Santet yang Gagal Membunuh Ayah dan Anak Masih Belum Tertangkap sedang dalam Pengejaran Polisi

Video Fahri Hamzah Ungkap KPK Lembaga Hiburan Bukan Pemberantas Korupsi dan UU KPK Pun Disetujui DPR

Namun, pada prakteknya, di lapangan masih banyak ditemui perlintasan sebidang yang tidak sedikit jumlahnya.

Sehingga menjadi faktor kerawanan tersendiri bagi penyelenggaraan transportasi berbasis rel ini.

"Selain itu perlintasan sebidang merupakan salah satu titik rawan kemacetan. Hal ini disebabkan oleh tingginya frekuensi perjalanan kereta api, yang berimbas pada lamanya waktu tunggu bagi pengguna jalan raya," jelasnya.

Kondisi tersebut, lanjut Djoko, menyebabkan perlintasan sebidang menjadi titik rawan terjadinya pelanggaran lalu lintas.

Di mana pengguna jalan raya tidak mengindahkan sinyal peringatan dan menerobos palang pintu kereta api. Sehingga mengakibatkan terjadinya kecelakan lalu lintas.

Halaman
12
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved