Tangerang

Gudang Perakitan Handphone Rekondisi Sudah 4 Tahun, Penghasilannya Ditaksir Rp 1,2 Triliun

Sindikat perakit handphone rekondisi di Ruko De Mansion Blok B 16 dan B 9, Pinang, Kota Tangerang, ternyata sudah berjalan selama empat tahun.

Gudang Perakitan Handphone Rekondisi Sudah 4 Tahun, Penghasilannya Ditaksir Rp 1,2 Triliun
Warta Kota
Handphone Rekondisi di Tangerang 

Sindikat perakit handphone rekondisi di Ruko De Mansion Blok B 16 dan B 9, Pinang, Kota Tangerang, ternyata sudah berjalan selama empat tahun.

Selama menjalankan usahanya, penghasilannya pun ditaksir mencapai Rp 1,2 triliun dengan keuntungan pertahun diperkirakan Rp 300 miliar.

"Dari keuntungan yang mereka dapatkan, satu handphone berkisar Rp 500 sampai Rp 1 juta dari keuntungan selama satu tahun mereka mendapat untung sebesar Rp 300 miliar, apabila ini ditotal 4 tahun maka nilai jual beli adalah Rp 1,2 triliun," ujar Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Abdul Karim di lokasi, Jumat (6/9/2019).

Ketika digerebek, diamankan 14 orang yang berada di ruko yang saling berdekatan itu, empat di antaranya merupakan WNA China yang bertugas sebagai pengawas dan penanggung jawab.

Dijelaskan Karim, setelah pihaknya melakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui perakit handphone rekondisi ini menghasilkan sekira 120 ribu unit handphone rekondisi.

 Disebut Cepu oleh Elza Syarief, Nikita Mirzani Balik Tanya: Nyai Ada Bukti? Polda Membantah

 DISERTASI Zina Halal,Cerita Lengkap Abdul Azis Terkait Alasan Penulisan hingga Kisah Tragis Keluarga

 PRAKTEK Sabun Cuci Piring untuk Cuci Baju Lebih Bersih Jadi Viral di Facebook, Ini Penjelasannya

 Simon McMenemy: Kekalahan Timnas Indonesia dari Malaysia Sangat Menyakitkan!

"Hasil produksi dalam 2016 sampai sekarang, jadi selama satu tahun menghasilkan 120 ribu unit, kalau empat tahun berarti 480 ribu unit," katanya.

Akan tetapi, ditemukan juga barang bukti yang menunjukan bahwa sindikat perakit handphone ini sudah memesan handphone rusak dari Cina hingga 1,2 juta unit.

"Hasil investigasi kita kita temukan invoice produk-produk ini dia sudah memesan ini dari tahun 2016 sampai sekarang sebanyak 1,2 juta handphone produk impornya selama 4 tahun," ungkap Karim.

Dari penggerebekan itu, ditemukan ribuan handphone yang sedang dalam pengerjaan rekondisi maupun yang siap untuk dijual dengan bebagai merek, di antaranya adalah Iphone, Xiao Mi, Oppo, Samsung, dan Nokia.

 7 Fakta Veronica Koman Tersangka Kerusuhan Papua di Surabaya, Punya Hubungan dengan Ahok

 VIRAL Video Putri Sri Sultan Hamengkubuwono X Terciduk Naik Becak, Begini Reaksi Warganet

Lebih lanjut dijelaskan Karim, terdapat dua ruko yang digunakan komplotan itu, ruko B 16 digunakan untuk melakukan perakitan dan ruko B 9 untuk melakukan quality control dan pengemasan sebelum dijual.

Para pelaku yang menjual barang bekas tampa informasi lengkap dan tidak memiliki izin itu dijerat pasal berlapis yaitu:

- Pasal 62 juncto Pasal UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau,

- Pasal 104 juncto Pasal 6 ayat (1) UU RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan atau,

- Pasal 47 juncto Pasal 11 ayat (1) UU RI Nomor 36 tentang Telekomunikasi.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved