Kamis, 16 April 2026

Dianggap Lebih Cepat dan Efisien, Perbaikan Jalur Transjakarta Pakai Metode Ini

Dianggap Lebih Cepat dan Efisien, Perbaikan Jalur Transjakarta Pakai Metode Ini

Penulis: Junianto Hamonangan |
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Bus Transjakarta mengikuti lajunya delman di Jalur Bus Transjakarta, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (5/5/2019). 

Perbaikan sejumlah jalur bus Transjakarta sepanjang 11 kilometer dilakukan Dinas Bina Marga DKI Jakarta dengan menggunakan metode beton rapid setting atau beton cepat keras.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan pihaknya sengaja menggunakan metode beton rapid setting atau beton cepat keras karena dianggap lebih efisien.

“Kenapa itu (beton cepat keras)? Karena kita tahu di Jakarta ini macet, kalau kita pakai yang manual, itu bisa 14-28 hari.

Makanya kita buat malam ini, jam 12 kita mulai pekerjaan, besok jam 7 sudah kita buka,” katanya, Kamis (5/9/2019) malam.

Hari menambahkan apabila koridor 1 Blok M-Kota ditutup selama 14-28 hari kerja maka dipastikan bakal menimbulkan kemacetan karena bus Transjakarta harus menggunakan jalur biasa.

“Nah ini yang jadi konsen kita untuk menangani secara cepat.

Menurut Hari, durasi pengerjaan yang lebih singkat daripada biasanya itu karena ada tambahan zat tertentu di beton cepat kering tersebut.

“Kenapa dia lebih cepat keras karena disitu ada semacam tambahan zat aditif yang membut beton ini menjadi keras,” sambungnya.

Selain itu beton cepat kering yang dipakai juga dianggap lebih tahan terhadap air khususnya ketika menghadapi musim penghujan yang akan datang sebentar lagi.

“Kalau model ini kayaknya nggak terpengaruh. Kalau kerendem air atau apa nggak masalah, beda sama beton biasa, itu retak-retak,” tegas Hari. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved