Akses Jalan Menuju ke Kawasan Kesultanan Banten Dibenahi Agar Para Wisatawan Tidak Kesulitan

"Banyak pilihan jalan dalam kondisi bagus yang dapat ditempuh untuk menuju KKB. Dari wilayah timur seperti Tangerang, Jakarta dan sekitarnya,

Akses Jalan Menuju ke Kawasan Kesultanan Banten Dibenahi Agar Para Wisatawan Tidak Kesulitan
Warta Kota/Andika Panduwinata
Ilustrasi Gubernur Banten Wahidin sedang meninjau pengerjaan perluasan jalan yang bakal menjadi akses ke kawasan Kesultanan Banten. 

Tidak hanya merevitalisasi Kawasan Kesultanan Banten (KKB) agar kawasan tersebut semakin indah dan cantik, pihak Pemerintah Provinsi Banten juga memperhatikan akses jalan agar para wisatawan yang ingin berkunjung ke KKB tidak kesulitan.

"Banyak pilihan jalan dalam kondisi bagus yang dapat ditempuh untuk menuju KKB. Dari wilayah timur seperti Tangerang, Jakarta dan sekitarnya, ada tiga jalur yang bisa dipilih," ujar Kabid Kominfo Pemprov Banten, Amal Herawan Budhi, kepada Wartakotalive.com, Jumat (6/9/2019).

Amal juga mengatakan, KKB di era kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Andika Hazrumy bisa diakses melalui jalur darat ataupun laut.

Jalur darat bisa menggunakan kendaraan biasa yang langsung menuju ke area KKB. Jika naik kereta api, turun di Stasiun Karangantu. Dari stasiun sekitar 1 Km menuju KKB. Sementara jika memilih jalur laut bisa melalui Pelabuhan Karangantu sekitar 1,5 Km.

Dari wilayah barat seperti Kota Cilegon hingga Sumatera ada dua pilihan jalur, jalan tol dan jalan non tol, untuk menuju KKB.

Sedangkan dari wilayah selatan seperti Kabupaten Pandeglang dan Lebak, mayoritas masuk ke Kota Serang selanjutnya memilih jalur seperti yang ditempuh dari wilayah timur.

Dari wilayah timur, pilihan pertama tentu melalui Jalan Tol Tangerang - Merak, keluar di Pintu Tol Serang Timur. Keluar pintu tol tidak bisa langsung belok kanan ke Jalan Armada, Kota Serang. Kendaraan mesti berputar dulu melalui Taman Tugu Debus, Kemang masuk ke Jalan Jenderal Sudirman. Selanjutnya kembali masuk ke akses jalan Pintu Tol Serang Timur dan belok kiri masuk jalan Armada sebelum sampai Pintu Tol Serang Timur.

Dari jalan Armada, lanjut terus ke Jalan Ayip Usman. Sampai ujung jalan ini belok kiri masuk Jalan Raya Banten. Setelah sampai jembatan Sungai Cibanten belok kiri. Jembatan ini mudah ditandai dengan warna warni cat pelanginya.

"Pilihan kedua, jalan non tol melalui jalur sibuk Jalan Raya Jakarta. Ruas jalan empat lajur ini menjadi penopang utama denyut nadi perekomian Provinsi Banten setelah Jalan Tol Tangerang - Merak. Sesampai akses Pintu Tol Serang Timur ambil kanan untuk selanjutnya belok kiri masuk Jalan Armada sebelum pintu tol. Selanjutnya masuk Jalan Ayip Usman, Jalan Raya Banten dan belom kiri setelah melewati jembatan sungai Cibanten," ucapnya.

Pilihan ketiga, jalan non tol jalur pesisir pantai utara Provinsi Banten. Di jalur pesisir ini, ruas jalan sejak Kosambi Mauk di Kabupaten Tangerang hingga Jalan Sawah Luhur, Kasemen Kota Serang dalam kondisi bagus. Jalur ini menyajikan keberagaman masyarakat Banten sebagai masyarakat agraris, maritim, dan industri. Jalur ini biasa menjadi pilihan para peziarah dari KKB ke Pulau Cangkir di Kabupaten Tangerang atau sebaliknya.

"Dari wilayah barat, dari Pelabuhan Merak, Jalan Raya Merak terus arah timur melewati Kota Cilegon menuju Jalan Raya Cilegon arah Kota Serang. Sesampai alun-alun Kramatwatu, belok kanan masuk Jalan Tasikardi Banten Lama," kata Amal.

Halaman
12
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved