Berita Video

VIDEO: Hanya 7 Persen Sampah Plastik Yang Didaur Ulang

Berdasarkan penelitian Plastic Reborn bersama Danone, hanya 7 persen sampah plastik yang didaur ulang, sebanyak 69 persen dibuang ke TPA

VIDEO: Hanya 7 Persen Sampah Plastik Yang Didaur Ulang
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Suasana aktivitas di Kampung Bengek, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (29/8/2019). Timbunan sampah plastik telah memadati kawasan ini sejak lama karena kurangnya perhatian dari pemerintah setempat. 

Pengolahan sampah masih jadi masalah di Indonesia. Sampah kebanyakan masih dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara open dumping alias dibiarkan saja tanpa pengolahan. Sementara kapasitas TPA tentunya ada batasnya.

Jakarta setiap hari menghasilkan sekitar 7.500 ton sampah. Dari jumlah itu diperkirakan sampah plastik mencapai 2.000 ton.

Berdasarkan penelitian Plastic Reborn bersama Danone, hanya 7 persen sampah plastik yang didaur ulang, sebanyak 69 persen dibuang ke TPA, dan sisanya (24 persen) dibiarkan begitu saja entah ke mana.

Menyadari hal itu Coca-Cola Indonesia melalui gerakan Plastic Reborn #BeraniMengubah mengajak masyarakat untuk ‘Berani Mengubah’ dengan mengenal isu sampah di kehidupan sehari-hari untuk membangun perilaku sadar mengelola sampah plastik yang dimulai dari diri masing-masing untuk mendorong pelaksanaan “Circular Economy” yang lebih baik di Indonesia.

Kegiatan Plastic Reborn #BeraniMengubah dilakukan bersama Direktur Sustainable Waste Indonesia (SWI) Dini Trisyanti, Sekretaris Jenderal Indonesian Plastics Recyclers (IPR) atau Perkumpulan Pelaku Daur Ulang Plastik Indonesia Wilson Pandhika, dan Public Affairs and Communications Director Coca-Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo membahas secara mendalam mengenai manajemen sampah serta memahami permasalahan sampah plastik yang harus dilihat dari berbagai pendekatan.

Salah satu pendekatan untuk manajemen sampah adalah dengan pendekatan “Circular Economy”.

Gerakan Plastic Reborn #BeraniMengubah merupakan bagian dari upaya Coca-Cola Indonesia dalam usaha pencapaian terhadap komitmen World Without Waste. Plastic Reborn melihat pengelolaan sampah kemasan botol plastik dari sudut pandang circular economy,

yaitu integrasi elemen-elemen pengelolaan sampah kemasan plastik mulai dari:collection-recyling-upcyling sehingga dapat menciptakan sebuah model bisnis baru, yang pada akhirnya akan memberikan nilai pakai kembali (second life) dari kemasan plastik bekas pakai ini.

Salah satu hasil penelitian yang dilakukan oleh Plastic Reborn bersama partner mengungkap data bahwa untuk di kota Jakarta sendiri, collection rate untuk plastik botol PET bekas pakai mencapai 69 persen.

“Langkah Coca-Cola Indonesia melalui kegiatan Plastic Reborn pada dasarnya ingin mengubah cara pandang terhadap plastik kemasan bekas pakai menjadi sebuah bahan baku yang memiliki potensi untuk menghasilkan dari segi ekonomi secara terus menerus.” ungkap Triyono. (Lis)

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved