Tawuran di Manggarai

Pengamat Sosial: Tawuran Antarwarga Terjadi Akibat Absennya Ruang Publik

Absennya ruang publik membuat warga tidak memiliki aktivitas yang produktif, sehingga emosi cepat tersulut ketika sedikit saja terganggu.

Pengamat Sosial: Tawuran Antarwarga Terjadi Akibat Absennya Ruang Publik
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ilustrasi: Kawasan sekitar Stasiun Manggarai, Jalan Manggarai Utara, Jakarta Pusat. 

Tawuran yang sebelumnya terpisahkan rel justru berpusat di perlintasan kereta.

Terkait kejadian tersebut, aparat Polres Jakarta Selatan mencoba melerai bentrokan dengan menembakan gas air mata ke arah kedua kubu.

Upaya itu berhasil memukul mundur warga dan membubarkan diri.

"Tawuran sempat berhenti waktu dilontarkan gas air mata, warga membubarkan diri," ungkapnya saat dihubungi, Rabu (4/9/2019).

Namun tanpa diduga, pada pukul 17.07 WIB tawuran kembali pecah di Jalan Sultan Agung, tepatnya depan Jembatan Jayakarta.

Bentrokan yang berlangsung selama sekitar setengah jam pun terhenti usai aparat kepolisian kembali menembakan gas air mata.

"Pukul 17.40 WIB situasi mulai aman dan kondusif. Tidak ada korban jiwa, anggota masih berjaga di lokasi," jelasnya.

Dua Kelompok Pemuda Kembali Tawuran di Manggarai

Polisi Ciduk Delapan Warga yang Diduga Dalang Tawuran di Manggarai

Layanan KRL Lumpuh

Akibat kejadian tersebut, layanan KRL diungkapkan Vice President Corporate Communication PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Anne Purba mengalami lumpuh selama satu jam.

PT KCI memohon maaf atas perjalanan KRL yang sempat terkendala mulai pukul 16.39 WIB.

Halaman
1234
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved