Tawuran di Manggarai

Pengamat Sosial: Tawuran Antarwarga Terjadi Akibat Absennya Ruang Publik

Absennya ruang publik membuat warga tidak memiliki aktivitas yang produktif, sehingga emosi cepat tersulut ketika sedikit saja terganggu.

Pengamat Sosial: Tawuran Antarwarga Terjadi Akibat Absennya Ruang Publik
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ilustrasi: Kawasan sekitar Stasiun Manggarai, Jalan Manggarai Utara, Jakarta Pusat. 

Pengamat sosial dari  Universitas Indonesia Rissalwan Habdy Lubis mengatakan, tidak adanya ruang publik di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, menjadi faktor utama penyebab terjadinya tawuran antarwarga di sana.

Absennya ruang publik membuat warga tidak memiliki aktivitas yang produktif, sehingga emosi cepat tersulut ketika sedikit saja terganggu.

"Faktor utamanya adalah ruang interaksi yang kurang, jadi ruang publik tidak ada. Jadi orang itu stresnya semakin tertumpuk sementara aktivitas yang produktif relatif tidak ada," ujar Rissalwan seperti dikutip Kompas.com, Kamis (5/9/2019).

Rissalwan mengatakan, tidak adanya aktivitas  produktif, itu membuat warga tidak memiliki pola pikir panjang.

Ditambah lagi dengan tekanan perekonomian yang besar, membuat emosi gampang tersulut.

"Jadi akibatnya apa, bisa dibayangkan lah kalau ke daerah Manggarai, itu jalannya sempit-sempit, permukimannya padat, kondisinya panas kalau siang," ujarnya.

Rabu Sore Warga Manggarai Tawuran Lagi, KRL Lumpuh Selama 1 Jam

Tawuran Antarwarga di Manggarai Dipicu Aksi Saling Lempar Petasan dan Batu

Tawuran antarwarga kembali terjadi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan,  Rabu (4/9/2019) sore. 

Bentrokan itu melibatkan warga Manggarai Selatan, Jakarta Selatan dengan warga Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat.

Itu bukan pertama kali, warga Manggarai terlibat tawuran. Tiga pekan sebelumnya, pada 15 Juli 2019,  tawuran juga terjadi di kawasan itu.

Pada Rabu kemarin, tawuran antarwarga melebar ke jalur kereta di Stasiun Manggarai, dan membuat  operasional kereta komuter terganggu. 

Halaman
1234
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved