Tangerang

TERBONGKAR, Anggota Dishub Gadungan Marak Lakukan Pungli di Tangerang

Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang menutup 3 Pos Organda, Rabu (4/9/2019) karena diduga melakukan pungli yang dilakukan petugas Dishub gadungan.

TERBONGKAR, Anggota Dishub Gadungan Marak Lakukan Pungli di Tangerang
Warta Kota/Andika Panduwinata
Jajaran Dishub Kabupaten Tangerang menutup 3 Pos Organda pada Rabu (4/9/2019) karena diduga melakukan pungutan liar yang dilakukan oleh petugas Dishub gadungan, Rabu (4/9/2019). 

Jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang menutup 3 Pos Organda pada Rabu (4/9/2019).

Pos tersebut ditertibkan karena diduga melakukan pungutan liar atau pungli yang dilakukan oleh petugas Dishub gadungan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dishub Kabupaten Tangerang, Agus Suryana.

Ia menjelaskan, praktik pungli mengatas namanakan Dishub memang marak terjadi.

Ketiga pos yang disantroni aparat itu belokasi di Pos Kedaton Kecamatan Pasar Kemis, Pos Solear Kecamatan Solear dan Pos Sumur Bandung Kecamatan Jayanti.

Agus menyebut pihaknya kerap menerima laporan dari masyarakat atau pengguna jalan, kalau masyarakat kerap kali dimintai iuran di lokasi ini.

 Pria Terus Diserang Burung Gagak Tiap Hari dalam Kurun 3 Tahun Meski Dia Menyelamatkan Seekor Burung

 Sosok Sebenarnya Murad Ismail, Gubernur Maluku Menyatakan Perang Menteri Susi: Kita Perang!

 HEBOH Mantan Kekasih Raffi Ahmad, Asha Shara Tak Berhijab Hingga Posting Curhatan di Instagram

 BREAKING NEWS: Kecelakaan Beruntun Terjadi di Tol Cipularang, Enam Orang Dikabarkan Tewas

“Sudah diobrak-abrik, ada tiga titik, ada di Kedaton, Solear dan Sumur Bandung. Dulu memang pernah ada, lalu sudah distop, tetapi ada lagi," ujar Agus.

Menurutnya Organda ini merusak citra Dishub yang telah melakukan pungutan liar kepada kendaraan angkutan barang.

Dengan cara menggunakan atribut atau seragam menyerupai Dishub.

“Itu jelas pungli dan mereka menggunakan atribut yang mirip dengan Dishub. Menurut warga sekitar, ketiga pos ini sudah beraktivitas selama 2 Minggu. Untuk saat ini, kami hanya menyetop. Namun kalau Organda ini masih menjalan lagi, akan dilaporkan,” ucap Agus.

 MAYANGSARI Akhirnya Bongkar Momen Sakral yang Ditutupi Selama 19 Tahun Bersama Bambang Trihatmodjo

Sementara itu, salah satu Anggota Organda Sumanta mengaku hanya menjalankan tugas dari pimpinannya untuk memungut iuran kepada kendaraan angkutan yang melintas di Jalan Raya Pasar Kemis.

Para sopir angkutan barang pun dimintai pungutan sebesar Rp 5.000.

“Saya hanya diperintah sama Korlapnya. Baru dua Minggu kami beroperasi di sini untuk meminta iuran. Ini suratnya ada, kwitansinya juga ada. Kalau masalah yang lain saya tidak tahu, hanya disuruh narik iuran aja,” kata Sumanta. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved