Dijadikan Sarang Pungli Terhadap Pengguna Jalan dan Para Sopir Truk, Tiga Pos Penjagaan Dibongkar

“Itu jelas pungli dan mereka menggunakan atribut yang mirip dengan Dishub. Menurut warga sekitar, ketiga pos ini sudah beraktivitas selama dua minggu.

Dijadikan Sarang Pungli Terhadap Pengguna Jalan dan Para Sopir Truk, Tiga Pos Penjagaan Dibongkar
gobekasi.com
Ilustrasi 

Sebanyak tiga tempat penjagaan atau pos di wilayah Kabupaten Tangerang ditutup pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang, Rabu (4/9/2019).

Pasalnya pos-pos tersebut digunakan oleh sekelompok orang yang menggunakan atribub Dishub, untuk melakukan pungutan liar (pungli).

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Agus Suryana, menjelaskan praktik pungli mengatasnamanakan Dishub memang marak terjadi.

Agus mengatakan penutupan tiga pos penjagaan tersebut dilakukan setelah pihaknya kerap kali menerima laporan dari masyarakat atau pengguna jalan yang sering kali dimintai iuran.

Ketiga pos yang disantroni aparat belokasi di Pos Kedaton Kecamatan Pasar Kemis, Pos Solear Kecamatan Solear, dan Pos Sumur Bandung Kecamatan Jayanti.

“Sudah diobrak-abrik, ada tiga titik, ada di Kedaton, Solear dan Sumur Bandung. Dulu memang pernah ada, lalu sudah distop, tetapi ada lagi,” ujar Agus.

Menurutnya keberadaan anggota Dishub gadungan di tiga pos itu merusak citra Dishub karena melakukan pungutan liar kepada kendaraan angkutan barang.

“Itu jelas pungli dan mereka menggunakan atribut yang mirip dengan Dishub. Menurut warga sekitar, ketiga pos ini sudah beraktivitas selama dua minggu. Untuk saat ini, kami hanya menyetop. Namun kalau mereka masih menjalan lagi, akan dilaporkan (ke pihak kepolisian--red),” papar Agus.

Sementara itu, salah satu anggota dishub gadungan berinisial Sum, mengaku hanya menjalankan tugas dari pimpinannya untuk memungut iuran kepada kendaraan angkutan yang melintas di Jalan Raya Pasar Kemis.

Para sopir angkutan barang pun dimintai pungutan sebesar Rp 5.000.

“Saya hanya diperintah sama korlapnya. Baru dua minggu kami beroperasi di sini untuk meminta iuran. Ini suratnya ada, kwitansinya juga ada. Kalo masalah yang lain saya tidak tahu, hanya disuruh narik iuran aja,” kata Sum.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved