Berita Video

VIDEO: Peras Warga Tambora, Dua Pengangguran Mengaku Polisi

Korbannya yang kala itu berteriak, memancing berhatian warga sekitar, sehingga beberapa warga berupaya melakukan pengejaran, terlebih kendaraan korban

VIDEO: Peras Warga Tambora, Dua Pengangguran Mengaku Polisi
Warta Kota
Kapolsek Tambora Kompol Iver Son Manossoh memperlihatkan barang bukti hasil kejahatan pengungkapan kasus polisi gadungan yang memeras warga. 

Dua pemuda pengangguran mengaku sebagai petugas kepolisian terpaksa di lumpuhkan oleh Unit Reskrim Polsek Tambora Jakarta Barat saat diamankan, Selasa (2/9) kemarin.

Dua pelaku OK dan RU ditangkap setelah melakukan pemerasan terhadap seorang warga dengan mengunakan senjata api mainan untuk menakuti korbannya.

Korbannya yang kala itu berteriak, memancing berhatian warga sekitar, sehingga beberapa warga berupaya melakukan pengejaran, terlebih kendaraan korban di bawa oleh pelaku.

Beruntungnya, petugas kepolisian yang tengah observasi mengetahui peristiwa itu dan melakukan pengejaran. Mengetahui pelaku membawa senjata api, petugas berhati-hati dan sempat memberikan tembakan peringatan, namun tidak di indahkan.

"Kita dapat informasi pelaku bawa senjata api. Kita belum tahu jika senjata api itu mainan. Sehingga untuk keamanan kami berikan tembakan peringatan, tapi tidak di indahkan, maka kami berikan tindakan tegas," kata Kapolsek Tambora Kompol Iver Son Manossoh, Selasa (3/9/2019).

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan jika para pelaku ini tidak hanya satu kali aja melakukan tindakan ini. Informasi yang didapat dari pelaku sudah ada 11 lokasi tempat kedua pelaku beraksi.

Meski begitu pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih dalam untuk mengetahui apakah para pelaku merupakan jaringan besar, apalagi keduanya mengaku sebagai anggota Polri.

"Kita juga masih terus kembangkan termasuk para pelaku apakah residivis. Kita sedang minta datanya juga," katanya.

Selain itu kedua pelaku dari hasil pemeriksaan juga dinyatakan positif narkoba. Sementara itu pihak kepolisian masih melakukan pengembangan atas hasil kejahatan kedua pelaku.

"Jadi mereka gunakan hasil kejahatan ini dengan membeli sabu. Karena hasil test urine keduanya positif sabu," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved