Sains

Teknologi Solar Cell Dapat Diadopsi pada Kendaraan Listrik

PT Utomodeck Metal Works, produsen atap metal yang memiliki teknologi solar cell atau listrik bertenaga surya.

Penulis: | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Dwi Rizki
Produsen atap metal yang memiliki teknologi solar cell atau listrik bertenaga surya. 
Gerakan cinta lingkungan yang digaungkan lewat konversi kendaraan bermotor Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi bertenaga listrik disambut para pelaku industri teknologi sumber energi baru terbarukan. 
Salah satunya adalah PT Utomodeck Metal Works, produsen atap metal yang memiliki teknologi solar cell atau listrik bertenaga surya.
Tidak hanya menjawab kebutuhan tenaga listrik bagi gedung dan perumahan, PT Utomodeck Metal Works mengadopsikan teknologi mereka pada kendaraan listrik. 
Lewat perangkat solar cell yang terpasang pada atap maupun bodi mobil, sinar matahari dapat secara langsung terkonversi menjadi listrik sebagai tenaga penggerak utama mobil. 
"Memasuki era teknologi masa depan, energi baru ramah lingkungan menjadi pilihan utama, lewat teknologi solar cell ini sangat memungkinkan kendaraan listrik dapat mengambil sumber energi tenaga surya," ungkap Anthony Utomo, Praktisi Industri Atap PT Utomodeck Metal Works dalam diskusi di Kopi Boutique Lantai UG, Cyber 2 Building, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Selasa (3/9/2019). 
Dalam paparannya, solar cell merupakan teknologi ini ramah lingkungan yang telah diadopsi banyak gedung pencakar langit dunia.
Sehingga, menurutnya, teknologi serupa dapat dengan mudah diadopsi pada setiap kendaraan listrik yang bakal mengaspal di Ibu Kota. 
Sebab, tidak hanya dapat mengisi ulang tenaga listrik ketika berkendara, lewat teknologi solar cell dapat mengurangi biaya pengisian baterai kendaraan dari jaringan listrik konvensional.
Terlebih, Indonesia memiliki geografis yang menguntungkan sehingga memiliki sumber energi terbaik di dunia.
"Matahari adalah anugerah dari Tuhan. Indonesia mempunyai wilayah yang memiliki sumber energi matahari yang melimpah. Kita dapat memanfaatkannya sebagai sumber energi di rumah-rumah dan gedung, termasuk untuk kebutuhan sumber energi kendaraan listrik," tutupnya. 
Bersamaan, Dutch Trade Organization for Solar Energy, Martin Schootstra mengatakan, industri otomotif dunia kini tengah mengembangkan kendaraan listrik sekaligus sumber energi ramah lingkungan. 
"Kendaraan listrik dan energi tenaga surya tengah dikembangkan bersamaan. Saya rasa teknologi ini sudah dikembangkan di sejumlah negara, bahkan di beberapa negara, mereka yang menggunakan teknologi ramah lingkungan mendapatkan subsidi dari pemerintah," ungkapnya.
Salah satu perusahaan otomotif yang sukses mengembangkan serta mengadopsi teknologi solar cell pada setiap kendaraannya adalah Sion Motors. 
Perusahaan asal Jerman itu katanya mengintegrasikan panel surya pada sebagian besar eksterior kendaraan, sehingga dapat menghasilkan energi tambahan dengan daya jangkau 30 kilometer atau setara 18,6 mil.
"Solar cell menjadi jawaban atas kekhawatiran para pemilik kendaraan listrik di Indonesia. Karena energi bisa terisi bahkan ketika mobil sedang diparkirkan di bawah terik matahari," ungkapnya.
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved