Depok

Pelajar yang Jadi Pemicu Polisi Tembak Polisi di Cimanggis, Divonis 8 Bulan Tapi Tidak Dipenjara

Terdakwah FZ, pelajar yang ditangkap lantaran terlibat tawuran, dijatuhi hukuman selama delapan bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Pelajar yang Jadi Pemicu Polisi Tembak Polisi di Cimanggis, Divonis 8 Bulan Tapi Tidak Dipenjara
WARTA KOTA/GOPIS SIMATUPANG
Suasana rumah duka tempat jenazah Bripka Rachmat Effendy disemayamkan, di Permata Tapos Residence, Kelurahan Sukamaju Baru, Depok, Jawa Barat, sesaat sebelum diberangkatkan menuju area pemakaman keluarga di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jumat (26/7/2019) siang. 

Terdakwah FZ, pelajar yang ditangkap lantaran terlibat tawuran, dijatuhi hukuman selama delapan bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Seperti yang dikutip dari situs PN Depok, Selasa (3/9/2019), perkara FZ telah berkekuatan hukum tetap (inkrach) dengan sidang putusan yang berlangsung pada 26 Agustus 2019.

Dalam amar putusannya, hakim tunggal Ramon Wahyudi menyatakan, FZ terbukti bersalah melakulan tindak pidana tanpa hak menguasai, membawa senjata tajam sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 2 Ayat (1) UU No.12 Tahun 1951 jo UU RI No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Dalam putusannya tersebut, Ramon memerintahkan pembimbing kemasyarakatan untuk melakukan pembimbingan selama masa pengawasan dan memerintahkan JPU untuk mengeluarkan FZ dari tahanan.

"Menetapkan barang bukti berupa 1 bilah senjata tajam jenis celurit yang terbuat dari plat baja dengan gagang dililit lakban hitam dirampas untuk dimusnahkan," kata Ramon seperti terlansir di situs PN Depok, Selasa (3/9/2019).

 BREAKING NEWS: Kecelakaan Beruntun Terjadi di Tol Cipularang, Enam Orang Dikabarkan Tewas

 Kecelakaan Tol Cipularang, Sopir Dump Truk Sempat Keluhkan Rem Blong Sebelum Truk Terguling

 Ditanya Tak Pernah Mengaku, 6 Artis Ini Menikah dengan Selingkuhannya Sendiri

 DILAPORKAN Polisi, HOTMAN Beri Tanggapan dan Sindir Elza Syarief yang Masih Joget Usai Dilabrak NM

Sebelumnya, JPU A B Ramadhan menuntut FZ terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak melawan hukum.

Dengan tuntutan pidana oembinaan dalam lembaga selama 10 bulan di panti sosial rehabilitasi anak berhadapan dengan hukun (PSR ABH) Cileungsi, Bogor.

FZ merupakan pemicu aksi koboi Briptu Rangga Tianto yang menembak Bripka Rahmat Efendy sebanyak tujuh kali di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Cimanggis, Kamis (25/7/2019) sekira pukul 19.30 WIB, lalu.

Sebelumnya, FZ ditangkap Bripka Rachmat karena terlibat tawuran di lapangan Sanca, Cimanggis Jawa Barat lantaran membawa senjata tajam jenis celurit.

 BREAKING NEWS: Pembantu Rumah Tangga Tewas Diterkam Anjing Majikannya

Setelah penangkapan FZ, sang ayah Z (46) dan Brigadir Rangga, yang belakangan ternyata paman FZ, datang ke Polsek Cimanggis meminta agar FZ dibebaskan.

Karena Bripka Rachmat menolak, Brigadir Rangga mengeluarkan senapan HS-9 miliknya dan memberondong peluru ke arah Bripka Rachmat hingga tewas seketika.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved