HII Usulkan 7 Agustus Ditetapkan sebagai Hari Hutan Indonesia

Komunitas Hutan Itu Indonesia mengusulkan tanggal 7 Agustus ditetapkan sebagai Hari Hutan Indonesia.

HII Usulkan 7 Agustus Ditetapkan sebagai Hari Hutan Indonesia
istimewa
Komunitas HII usulkan tanggal 7 Agustus menjadi Hari Hutan Indonesia. 

Komunitas Hutan Itu Indonesia (HII) mengusulkan tanggal 7 Agustus ditetapkan sebagai Hari Hutan Indonesia.

Komunitas HII sebagai wadah gerakan anak muda cinta terhadap hutan Indonesia‎ berupaya terus menyebarkan virus cinta hutan Indonesia pada anak muda Indonesia lainnya, melalui kampanye dengan tema, 'Hutanku Napasku di Hutan itu Indonesia'.

Andre Christian, Ketua HII mengatakan, kampanye ini merespon langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 7 Agustus 2019 lalu, menandatangani peraturan yang melarang dikeluarkannya izin baru untuk membuka lahan di hutan primer dan lahan gambut sebagai bentuk perlindungan hutan.

Kebakaran Hutan di Ibu Kota Baru Peringkat Lima, Gempa dan Tsunami Bisa Timbul dari Wilayah Ini

"Kami mengusulkan hari ditandatanganinya peraturan ini (7 Agustus), diresmikan sebagai Hari Hutan Indonesia. ‎Supaya kita punya satu hari khusus setiap tahun untuk merayakan kekayaan milik kita bersama ini," kata Andre disela-sela acara bagi-bagikan masker gratis bertuliskan, 'Hutanku Napasku' ‎di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan akhir pekan lalu.

Melalui kampanye yang mereka gaungkan, kata Andre, hingga saat ini lebih dari 1,4 juta orang telah menandatangani petisi mendukung ditetapkannya Hari Hutan Indonesia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, HII adalah gerakan yang percaya akan kekuatan pesan positif, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya hutan untuk kita semua, dan bagaimana kita bisa berkontribusi untuk melindungi hutan Indonesia.

"Hutan Itu Indonesia (HII) terbuka untuk semua pihak yang ingin bergabung, baik langsung di dalam organisasi maupun melalui kolaborasi untuk kegiatan bersama atau inisiatif lain yang sejalan," kata Andre.

Saat ini kegiatan HII, telah didukung 183 mitra dan lebih dari 600 sukarelawan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sementara itu, salah satu kegiatan HII dalam kampanye 'Hutanku Napasku di Hutan itu Indonesia', yakni membagi-bagikan masker gratis bertuliskan, 'Hutanku Napasku' di tujuh titik transportasi publik di Jabodetabek pada 26-28 Agustus 2019 lalu.

“Total kami membagikan 30.000 masker. Dengan memakai masker ini, harapannya kita akan ingat,
dan juga mengingatkan sekitar kita, akan hebatnya hutan yang walaupun jauh di mata, selalu
menjaga hidup kita,” kata Riry Silalahi, salah satu pendiri HII dan selaku Koordinator Kampanye 'Hutanku Napasku di Hutan itu Indonesia'.

Sebelumnya, kata Riri pada 17 Agustus 2019 lalu, HII juga telah membagi-bagikan masker gratis ke Kampus Unika Atma Jaya dan pada 23 Agustus 2019 ke Universitas Indonesia (UI).

Dalam kegiatan di kampus tersebut, mereka mengajak mahasiswa mengikuti kompetisi media sosial dengan mengunggah foto atau video kreatif mereka, dengan memakai masker bertuliskan Hutanku Napasku di Instagram atau Twitter dan mencantumkan tagar #HutankuNapasku, #HutanituIndonesia, dan #JagaHutan.

"Enam orang dengan foto atau video dan caption yang paling keren akan kami ajak jalan-jalan gratis ke hutan di bulan September," kata Riry.

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved