Pelayanan Publik

Dinkes Kota Bekasi akan Mencabut Izin Apotek Layani Obat Khusus Tanpa Resep Dokter

Mereka akan mencabut izin apotek atau toko obat yang melayani pembelian obat keras atau kategori G tanpa resep dokter.

Dinkes Kota Bekasi akan Mencabut Izin Apotek Layani Obat Khusus Tanpa Resep Dokter
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi pelayanan di apotek. 

"Untuk sanksi yang dijatuhkan di antaranya menutup apotek tersebut, atau mencabut izinnya," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, Polres Metro Bekasi Kota menyita ribuan butir obat keras hasil penggerebekan dari enam toko obat di wilayah Kota Bekasi.

Ribuan butir obat keras terdiri dari berbagai jenis Eximer, Tramadol dan Trihexphendyl.

Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana mengatakan ribuan butir obat keras yang disita merupakan hasil razia Satuan Reserse Narkoba selama periode 19-22 Agustus 2019.

Enam lokasi penggerebekan ada disejumlah wilayah di Bekasi Selatan, Pondok Gede, Bekasi Timur, maupun Mustikajaya.

"Ini semua informasi dari masyakarat terkait aktivitas penjualan obat-obat keras tak berizin itu. Kedoknya sebagai toko obat dan kosmetik," ujar Eka, di Mapolrestro Bekasi Kota, Selasa (27/8/2019).

Warga Merobohkan Patung Columbus Bukan Penemu Tidak Lebih Hanya Bajak Laut Pelaku Genosida Terbesar

Adapun rincian ribuan obat keras yang disita terdiri dari 8.220 butir jenis Eximer, 8.083 butir Tramadol, dan 694 butir Trihexphenidyl.

Polisi juga menyita uang tunai sebesar Rp 12.974.500, lima unit ponsel dan satu unit sepeda motor.

Dalam penggerebekan itu, Kepolisian juga menahan delapan orang tersangka baik seorang pemilik maupun pegawai.

Delapan tersangka diantaranya, Syahrullah (22), Irwani (24), Hibral Malasyi (27), Mulyadi (29), Muhamad Ridha (22), Rasyidin (26), Adlil Ikhwana (30) dan Ali Mahari (21).

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved