Olimpiade

Belum Pasti Kirim Hendra/Ahsan ke Olimpiade 2020, PBSI Pertimbangkan Duet yang Punya Kans Raih Emas

PBSI belum memastikan satu pun wakil yang akan diutus bertanding di Olimpiade Tokyo 2020, termasuk dari nomor ganda putra.

Penulis: Gopis Simatupang | Editor: Murtopo
PBSI
Susy Susanti di Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PP PBSI 2018 

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) belum memastikan satu pun wakil yang akan diutus bertanding di Olimpiade Tokyo 2020, termasuk dari nomor ganda putra.

Susi Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, mengatakan, saat ini setiap atlet masih dibiarkan bersaing meraih peringkat tertinggi dunia demi memuluskan langkah ke Tokyo.

"Persaingan masih berlangsung ya saat ini karena masih ada sekitar tujuh bulanan menuju Olimpiade," kata Susi ketika ditemui di GOR PB Jaya Raya, Ciputat, Tangsel, Selasa (3/9/2019).

Untuk diketahui, Federasi Bulu Tangkis Dunia atau BWF telah menetapkan aturan keterwakilan negara untuk nomor tunggal dan nomor ganda pada cabang bulu tangkis di ajang Olimpiade berdasarkan peringkat dunia.

Satu negara berhak mengirim maksimal dua wakil mereka pada nomor tunggal jika atlet mereka masuk peringkat 16 besar.

Tetapi, jika atlet satu negara masih berada di posisi 38 besar dunia, negara itu berhak mengirim satu wakil nomor tunggal.

Hendra Setiawan Berharap Kerja Kerasnya Bersama Ahsan di 2019 Berbuah Tiket ke Olimpiade 2020

Misi Mulia Hendra Setiawan Sebelum Gantung Raket

Gelar Juara Dunia Jadi Kado Istimewa Hendra Setiawan

Pada nomor ganda, suatu negara punya hak mengirim maksimal dua wakil jika terdapat dua pasangan atlet mereka masuk jajaran peringkat delapan besar dunia.

Namun, jika pasangan atlet suatu negara masih menempati peringkat 16 besar, negara itu berhak mengirim satu pasangan pada nomor ganda.

"Saya rasa kita lihat aja dari hasil nanti sampai menuju batas akhir (pemeringkatan), karena buat PBSI siapa pun yang lolos (ke Olimpiade) itu yang terbaik," bilang Susi.

Sekadar informasi, Indonesia saat ini memiliki tiga pasangan ganda putra berperingkat delapan besar dunia.

Ketiganya adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (ranking 1), Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan (2), serta Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang kini berperingkat enam dunia.

Periode pemeringkatan untuk daftar peringkat dunia berlangsung pada 29 April 2019-26 April 2020 dan hasil akhirnya dirilis BWF pada 28 April 2020.

"Jadi kita akan membiarkan mereka untuk bersaing, untuk tiga ganda putra. Jadi saat ini kita masih lepas aja untuk mereka saling bersaing menuju Olimpiade 2020," ucap sang legenda tunggal putri Indonesia.

Susi Susanti pun belum berani menjamin pemilik ranking tertinggi di antaranya ketiganya sudah pasti lolos ke Olimpiade, yang akan digelar pada 24 Juli-9 Agustus 2020.

"Saya enggak bisa jawab sekarang. Satu, karena secara ranking mereka masih saling bersaing. Kedua, nanti juga pastinya ada rapat final karena kita juga harus melihat siapa yang nanti punya kans untuk dapat medali disana," kata istri Alan Budikusuma itu.

Susi mengatakan, akan beragam pertimbangan untuk memilih wakil ke perhelatan akbar empat tahunan itu, karena Indonesia berharap banyak kepada pasangan ganda putra untuk mengibarkan Merah Putih di Jepang.

"Karena kan kita intinya ingin bahwa tradisi emas (Olimpiade) itu bisa terus berlanjut, karena memang kans kita ada di ganda putra," tuturnya.

"Tapi kita juga berharap dari sektor-sektor lain untuk bisa menyumbangkan medali-medali lain, bahkan kejutan juga mungkin seperti di Asian Games ya," imbuhnya. (gps)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved