Selasa, 14 April 2026

Berita Video

VIDEO: Normalisasi Kali Ciliwung Mangkrak, Warga Bantaran Kali Pengadegan Harap-harap Cemas

Dirinya berharap agar normalisasi cepat dirampungkan, sehingga banjir yang rutin terjadi di wilayahnya tidak kembali terulang.

Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota
Kali Ciliwung dari atas Jembatan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan pada Senin (2/9/2019). Proyek Normalisasi Kali Ciliwung terhenti di titik ini. 

Tingginya permukaan Kali Ciliwung imbas kiriman air dari Bogor, Jawa Barat beberapa hari belakangan kembali memicu keresahan warga di bantaran Kali Ciliwung wilayah Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan. Mereka khawatir banjir, sementara belum ada kejelasan atas kelanjutan proyek normalisasi Kali Ciliwung hingga saat ini.

Keresahan yang dialami warga seperti yang disampaikan oleh Iis (46) warga RW 01 Pengadegan. Dirinya berharap agar normalisasi cepat dirampungkan, sehingga banjir yang rutin terjadi di wilayahnya tidak kembali terulang.

"Sebentar lagi kan musim hujan, ya harusnya diburu-buru dong, jangan diambangin lagi, udah dari tahun 2015 lho," ungkapnya ditemui pada Senin (2/9/2019).

Tidak mengharapkan ganti rugi, warga yang terdampak penggusuran proyek normalisasi Kali Ciliwung katanya sudah pasrah. Mereka hanya ingin pindah ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pengadegan yang kini justru dihuni oleh warga umum.

Hal tersebut diungkapkannya memicu kecemburuan warga relokasi Pengadegan. Sebab menurutnya Rusun yang dibangun sejak era Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok itu senyatanya dibangun untuk warga relokasi.

"Bukannya itu buat orang-orang yang kena gusuran? Tapi kenapa sekarang justru yang nempatin orang dari umum. Ini namanya nggak adil, soalnya begitu warga digusur, takutnya malah nggak dapet tempat di Rusun, udah penuh," jelasnya.

Keinginan warga Pengadegan yang kini masih bertahan dan tinggal di bantaran Kali Ciliwung itu katanya telah bulat. Mereka berharap agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat merelokasi mereka ke Rusun Pengadegan yang bebas banjir.

Terlebih, Rusun yang memiliki kapasitas 189 unit itu kini telah terbangun megah dengan bangunan yang kokoh, berbeda dengan rumah mereka yang kian kusam akibat terjangan banjir setiap musim penghujan. "Insya Allah semuanya sudah sepakat, mau pindah aja. Kita udah capek banjir terus di sini," ungkapnya diamini sejumlah ibu lainnya.

Mangkrak

Terhentinya proyek normalisasi terlihat jelas di titik jembatan Pengadegan, pada Senin (2/9/2019). Dari atas ketinggian, terlihat pembangunan proyek normalisasi Kali Ciliwung terhenti hingga wilayah Rawajati, Pancoran.

Pemasangan sheet pile di sepanjang Kali Ciliwung itu terlihat terhenti tepat di gudang perusahaan air mineral Aqua dan tidak dilanjutkan hingga wilayah Pengadegan yang berada di seberangnya. Mangkraknya pembangunan juga terlihat dari puluhan sheet pile dan sejumlah buis beton yang berserak di sisi Kali Ciliwung.

Sheet pile berbahan beton sepanjang sembilan meter itu dibiarkan bertumpuk hingga ditumbuhi rumput dan ilalang. Sedangkan buis beton berukuran 1,5 meter persegi dijadikan teduhan bagi pemulung untuk beristirahat.

Seorang di antaranya terlihat tidur terlelap dalam gorong-gorong. Tanpa beralaskan apapun, pria tersebut tertidur pulas menghindari panasnya matahari yang menyengat.

Serupa dengan proyek normalisasi Kali Ciliwung, jalan Inspeksi hanya terbangun di sepanjang gudang perusahaan air mineral Aqua itu. Jalan yang senyatanya dibangun sejalan dengan trase normalisasi Kali itu kini hanya dijadikan lokasi parkir liar bagi angkutan umum maupun truk milik perusahaan air mineral Aqua. (dwi)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved