Liga Italia

Romelu Lukaku Menjadi Korban Kelima Ejekan Rasis Suporter Cagliari

Fan Cagliari berulah lagi, melakukan ejekan rasis kepada Romelu Lukaku. Bukan kejadian pertama di Stadion Fabio Maresca.

Romelu Lukaku Menjadi Korban Kelima Ejekan Rasis Suporter Cagliari
Instagram/inter
Romelu Lukaku akan dipeluk Antonio Conte, usai pertandingan Cagliari vs Inter, Minggu (1/9). 

Suporter Cagliari berulah lagi, mengejek pemain tim lawan dengan kata-kata yang mencerminkan rasisme.

Kali ini korban mereka adalah Romelu Lukaku, striker Internazionale Milano, yang bertandang ke Stadion Sardegna Arena, Cagliari di giornata 2 Liga Italia.

Sebgaimana dilansir Daily Mail, fan I Rossoblu, sebutan Cagliari, yang duduk di belakang gawang tim
mereka, menirukan suara monyet saat Lukaku akan melakukan tendangan penalti.

Maksudnya mungkin untuk membuat konsentrasi Lukaku terpecah, dan tendangannya melenceng dari gawang. Pasalnya, saat itu kedudukan 1-1, sehingga jika penalti Lukaku berhasil Cagliari akan tertinggal.

Hanya saja upaya itu tidak berhasil sebab tendangan Lukaku tetap merobek jala gawang I Rossoblu, yang dijaga oleh Robin Olsen.

Romelu Lukaku melakukan tendnagan penalti dalam laga Cagliari vs Inter, Minggu (1/9).
Romelu Lukaku melakukan tendnagan penalti dalam laga Cagliari vs Inter, Minggu (1/9). (Twitter/Inter)

Sehabis mencetak gol itu, Lukaku menatap tajam ke arah penonton yang bersuara monyet itu. Itulah cara Lukaku menghadapi orang-orang rasis, yakni dengan berprestasi.

Sudah upaya mengacaukan mental Lukaku gagal, cap rasis semakin menempel kuat pada diri fan Cagliari.

Persitiwa ini bahkan menjadi salah satu trending topics di Twitter

Sebelum ini cap rasis itu menempel berkat sejumlah peristiwa serupa. Pada April tahun ini, mereka
membunyikan suara monyet kepada Moise Kean, yang ketika itu masih bermain untuk Juventus.

Sama seperti Lukaku, Kean adalah pesepak bola yang memiliki darah Afrika meski lahir di Eropa. Jika
orangtua Lukaku berasal dari Kongo dan pesepak bola itu lahir di Belgia, maka Kean lahir di Italia dari
orangtua berdarah Pantai Gading.

Halaman
123
Penulis: AC Pingkan U
Editor: AC Pinkan Ulaan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved