Pembunuhan

Warga Sebut Suherman Pelaku Pembunuhan Ayah Kandung di Bekasi Alami Depresi

Turiman (40) warga setempat mengungkapkan Suherman dahulu merupakan bos lapak rongsokan. Akan tetapi 5 tahun lalu usahanya bangkrut

Warga Sebut Suherman Pelaku Pembunuhan Ayah Kandung di Bekasi Alami Depresi
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Rumah ayah dibunuh anak kandungnya sendiri di Kampung Kobak Sumur 01/04, Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi. 

"Kita sedang periksa kejiwaan pelaku, soal saat dimintai keterangan bicaranya tidak nyambung," ujar Kapolsek

Sukatani, AKP Taifur, saat dikonfirmasi, Minggu (1/9/2019).

Kemudian informasi dari warga setempat, pelaku diduga mengalami depresi akibat usahanya bangkrut dan

ditinggal istrinya sekitar lima tahun silam.

“Kita masih mendalami motif dari pembunuhan ini. Apakah benar karena depresi ini atau alasan lain,” katanya.

Semenjak itu pelaku tinggal bersama orangtua. Ketika tinggal bersama orangtua, berdasarkan keterangan

pelaku, ia kerap dimarahi dan mendapatkan kekerasan dari korban.

"Ini yang membuatnya timbul keinginan tersebut. Apalagi ketika pelaku merasa keganggu suara dengkuran.

Tapi semua ini masih kita dalami," ungkap dia.

Sebelumnya, Suherman tega membunuh ayah kandungnya sendiri bernama Juminta (65) lantaran dia terganggu

saat tidur mendengar suara dengkuran ayahnya yang sedang tertidur lelap.

Suherman membunuh ayah kandungnya itu dengan memukul bagian wajah dan kepala ayahnya dengan linggis berulang kali.

Tak lama itu aksi keji bunuh ayah kandungnya sendiri diketahui istri korban dan dilaporkan ke polisi.

Suherman membunuh ayah kandungnya itu dengan memukul bagian wajah dan kepala korban dengan linggis beberapa kali..

Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, Sarni (60) pada sekitar pukul 05.00 WIB. Ketika itu korban sudah dalam terbaring tak bernyawa ditempat tidurnya.

Melihat suaminya dalam kondisi tewas, Sarni histeris dan berteriak meminta pertolongan warga serta

melaporkan peristiwa ini kepada pihak kepolisian.

Hasil identifikasi, ditemukan ada luka benturan benda tumpul pada bagian kepala, wajah, leher dan lengan kanan.

Korban juga telah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur guna kepentingan diautopsi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sementara Nurdin salah satu warga menyebutkan, perbuatan keji Suherman itu lantaran terganggu dengan suara ayahnya yang tidur mendekur.

Pelaku semenjak bercerai setahun silam dengan istrinya, ia tinggal bersama orangtuanya.

Saat tinggal bersama dengan orangtuanya, seringkali terdengar suara keributan dari dalam rumah tersebut, antara pelaku maupun ayah dan ibu kandungnya.

"Memang sering ribut, tapi kalau yang ini pemicunya kemungkinan gara gara ayahnya mendengkur saat tidur," ujar Nurdin. (MAZ)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved