Indonesia Siapkan Calon-calon Lifter untuk Raih Medali di Olimpiade

Angkat besi menjadi salah satu cabor yang telah terbukti sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Indonesia Siapkan Calon-calon Lifter untuk Raih Medali di Olimpiade
Warta Kota
ILUSTRASI - Eko Yuli Irawan, lifter kebanggaan Indonesia. 

Harapan besar digantungkan Indonesia kepada cabang olahraga (cabor) angkat besi untuk mencuri medali emas di Olimpiade.

Angkat besi menjadi salah satu cabor yang telah terbukti sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Salah satu atlet angkat berat yang kini menjadi tumpuan Indonesia adalah Eko Yuli Irawan.

Kali terakhir, Eko Yuli sukses menyabet medali emas di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2019.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Indonesia pun tidak ingin prestasi gemilang ini hanya terhenti di Eko Yuli.

Oleh karena itu, Kemenpora mulai gencar melakukan pembibitan atlet-atlet usia dini untuk diproyeksi tampil di Olimpiade 2024 dan 2028.

"Seperti diketahui, negara ini berutang kepada dua cabor, yakni angkat besi dan bulu tangkis. Sebab, baru dua cabor ini yang sudah menyumbangkan medali (Olimpiade) untuk Merah Putih," kata Sekretaris Menpora Gatot S Dewa Broto kepada wartawan dalam acara pembukaan The 2nd Junior Indonesia Weightlifting Championships 2019, Sabtu (31/8/2019).

Susy Susanti Tidak Keberatan jika Pelatnas Bulu Tangkis Ikut Pindah ke Ibu Kota Baru

Herry IP: Kekalahan Minions Bikin Kami Harus Lebih Waspada

Gelar Juara Dunia Jadi Kado Istimewa Hendra Setiawan

"Di negara mana pun, angkat besi harus dibina di usia dini, mulai dari sport science, teknik, dan taktik untuk memenangi target. Oleh karena itu, kejuaraan internasional ini bagus environment-nya," tambahnya.

Untuk mewujudkan target menuju Olimpiade, Kemenpora bersama Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menggelar kejuaraan angkat besi junior berlevel internasional.

Kejuaraan yang digelar di GOR Tri Lomba Juang, Semarang, pada 30 Agustus 2019 hingga 5 September 2019 ini diikuti lebih dari 250 atlet dari berbagai daerah Indonesia dan tiga negara Asia Tenggara, yakni Filipina, Malaysia, dan Singapura.

Halaman
12
Editor: Dewi Pratiwi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved